Dua grup proyek ikonik hasil ajang audisi, I. O.
I dan Wanna One, kembali menjadi sorotan. Kehadiran mereka membangkitkan kenangan bagi penggemar lama.
>>> Zine Kembali Naik Daun di Jepang, AI Tak Bisa Tiru Sentuhan Manusia
Namun, kembalinya mereka tampaknya bukan sekadar nostalgia. Di pasar konten K-pop saat ini, nama-nama terkenal dengan basis penggemar yang terbukti menjadi aset berharga.
Era Keemasan Grup Proyek
I. O.
I dan Wanna One lahir dari program survival Mnet "Produce 101". Konsep "produser nasional" yang melibatkan voting penonton menjadi fenomena.
I. O.
I debut pada 2016 dan langsung membangun fandom kuat meski hanya aktif sekitar setahun. Lagu seperti "Dream Girls", "Very Very Very", dan "Downpour" meninggalkan jejak mendalam.
Wanna One mengubah lanskap grup pria K-pop setelah debut pada 2017. Lagu "Energetic", "Beautiful", dan "Spring Breeze" memuncaki tangga lagu.
Keduanya bubar pada 2019, namun kenangan akan perjalanan mereka tetap hidup di hati penggemar.
Kembali dengan Konten Baru
I. O.
I baru saja merilis lagu "Suddenly" menjelang ulang tahun debut ke-10. Sementara Wanna One hadir dengan lagu penggemar dan acara realitas enam episode.
>>> Daftar HP Samsung yang Tak Dapat One UI 8.5, Galaxy S22 Masuk?
Konten yang dirilis di YouTube dan media sosial tidak sekadar mengunggah ulang video lama. Para anggota berkumpul lagi, berbagi cerita di balik layar yang belum pernah terungkap.
Cuplikan pendek saja bisa mendominasi tren media sosial. Video penampilan lama pun mendadak menarik penonton baru.
Reaksi penggemar melampaui kebahagiaan biasa. Banyak yang berkomentar, "Perasaan dari dulu kembali lagi," "Mengingatkanku pada masa sekolah," dan "Mereka adalah masa mudaku."
Ikatan emosional ini begitu kuat karena penggemar menyaksikan seluruh perjalanan kedua grup, sejak trainee hingga debut, promosi, dan perpisahan.
Mereka tidak hanya menikmati musik, tetapi juga memilih saat siaran langsung, menunggu hasil voting, dan menyaksikan panggung debut secara real-time.
Tantangan Reuni Penuh
Meski antusiasme tinggi, jalan menuju reuni penuh masih penuh tantangan. Para mantan anggota kini tersebar di berbagai agensi.
Mengkoordinasikan jadwal saja sudah sulit. Menyatukan semua anggota membutuhkan negosiasi yang rumit.
Kasus Wanna One menunjukkan batasan reuni. Kembalinya mereka baru sebatas lagu penggemar dan acara realitas, bukan comeback penuh.
>>> Cara Cepat Bermain Minecraft Classic 2026, Panduan Lengkap untuk Pemula
Meski demikian, penggemar terus menanti. Reaksi eksplosif membuktikan bahwa perjalanan singkat namun intens bersama kedua grup masih hidup dalam ingatan mereka.