CEO Qualcomm Cristiano Amon mengumumkan Dragonfly dalam pidato utama COMPUTEX 2026 di Taipei.
Merek baru ini akan menaungi produk pusat data perusahaan, termasuk CPU server, akselerator AI, dan proyek silikon kustom yang dikembangkan bersama mitra.
>>> Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Terdaftar di Sertifikasi Bluetooth SIG
Dragonfly bergabung dengan Snapdragon yang sudah dikenal di ponsel dan laptop Windows, serta Dragonwing yang fokus pada AIoT, aplikasi industri, dan robotika.
Nama Dragonfly mungkin terdengar asing karena memang baru diperkenalkan.
Strategi Ekspansi ke Infrastruktur AI
Selama bertahun-tahun, Qualcomm dikenal lewat chip ponsel. Baru-baru ini perusahaan merambah PC dengan prosesor Snapdragon X.
Kini Qualcomm mendorong diri lebih langsung ke perangkat keras pusat data, pasar yang menjadi salah satu medan pertempuran terbesar di era AI.
Amon mengatakan Qualcomm sudah bekerja sama dengan hyperscaler dan mitra industri pada proyek terkait Dragonfly. Namun, perusahaan belum mengungkap produk spesifik selama pidato utama.
>>> Samsung Galaxy A54 Mulai Terima Pembaruan One UI 8.5
Ide besarnya sederhana: Qualcomm ingin hadir di seluruh tumpukan komputasi, dari perangkat tepi hingga pusat data yang mendukung layanan AI.
Dragonfly adalah bagian yang hilang dalam strategi tersebut.
Dalam presentasi, Amon juga menyampaikan prediksi bahwa agen AI akan semakin umum dan bergerak mulus antarperangkat, mendorong lonjakan permintaan infrastruktur komputasi dalam beberapa tahun ke depan.
Saat ini Dragonfly lebih merupakan nama dan arah daripada pengumuman produk. Qualcomm diperkirakan akan membagikan detail lebih konkret pada acara Hari Investor pada 24 Juni.
>>> Apple Dikabarkan Gunakan Baterai Berbeda untuk iPhone 18 Pro di China dan Global
Peluncuran merek khusus pusat data ini menandakan Qualcomm melihat cukup banyak peluang di infrastruktur AI sehingga perlu membangun identitas terpisah, bukan sekadar memperluas merek Snapdragon ke kategori lain.