unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Dua Pementasan 'Uncle Vanya' di Seoul, Cermin Perjuangan Pria Korea

Dua Pementasan 'Uncle Vanya' di Seoul, Cermin Perjuangan Pria Korea

Dua Pementasan 'Uncle Vanya' di Seoul, Cermin Perjuangan Pria Korea
Pementasan Uncle Vanya di Seoul
A A Ukuran Teks16px

Dua versi pementasan drama "Uncle Vanya" karya Anton Chekhov sukses menyedot perhatian penonton Korea pada Mei lalu.

Kedua produksi tersebut digelar di LG Arts Center dan National Theater Company of Korea dalam waktu yang berdekatan.

>>> Seoul Design Foundation Buka Program Inkubasi untuk Startup Ekonomi Sirkular

IN2

Kedua pementasan ini dibintangi aktor televisi dan film terkenal, yang menjadi daya tarik tersendiri.

Namun, kesuksesan mereka tidak hanya karena deretan bintang, melainkan juga karena relevansi cerita dengan kehidupan masyarakat Korea saat ini.

Tokoh Vanya dan 'Ajeossi' Korea

Drama asli yang pertama kali dipentaskan pada 1899 ini berpusat pada Vanya, seorang pria yang mengabdikan hidupnya mengelola tanah milik suami mendiang saudara perempuannya, seorang profesor.

in2

Konflik muncul ketika sang profesor kembali dengan istri mudanya yang cantik, Yelena, menghancurkan kedamaian yang telah dijaga Vanya.

Pria Korea paruh baya, yang disebut "ajeossi", dapat dilihat sebagai Vanya di Korea abad ke-21.

Mereka menghadapi pensiun dini, ketidakamanan kerja, dan anak-anak yang berjuang di tengah ekonomi yang stagnan.

Sutradara Son Sang-gyu mengatakan karakter itu mengingatkannya pada "ayah yang menunda pensiun karena rasa tanggung jawab sebagai pencari nafkah, dan mengeluh tidak punya waktu untuk diri sendiri."

Penulis dan sutradara Cho Kwang-hwa menyuarakan pandangan serupa. "Kata 'ajeossi' mungkin terdengar kuno dan tidak relevan, tetapi merekalah yang menopang keluarga dan masyarakat kita," katanya.

Aktor Lee Seo-jin mengaku sudah mengalami perubahan paruh baya sebelum mengambil peran itu, sehingga frustrasi Vanya terasa mudah dipahami.

Jo Sung-ha, yang memerankan Vanya di produksi National Theater, mengatakan dia merasakan "gairahnya sendiri meredup seiring usia" yang mencerminkan kecemasan karakter tersebut.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru