Pemerintahan Trump mengusulkan tarif hukuman baru sebesar 25 persen untuk banyak impor dari Brasil.
Langkah ini diambil setelah Amerika Serikat memutuskan praktik Brasil tidak adil dalam sejumlah isu, mulai dari perdagangan digital hingga deforestasi ilegal.
>>> Iran Belum Kirim Respons ke AS soal Perundingan, Kata Mehr
Pejabat perdagangan utama AS, Jamieson Greer, mengumumkan usulan tersebut pada Senin. Tindakan ini didasarkan pada undang-undang Section 301.
Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) mengatakan langkah ini mencakup bidang seperti layanan pembayaran elektronik, tarif preferensial, perlindungan kekayaan intelektual, dan akses pasar etanol.
USTR merilis hasil investigasi praktik perdagangan tidak adil Brasil yang dimulai tahun lalu.
Namun, beberapa barang dikecualikan dari tarif baru ini, termasuk daging sapi, kopi, logam tanah jarang, dan suku cadang pesawat.
USTR menyatakan praktik Brasil di bidang yang diselidiki tidak masuk akal dan membebani atau membatasi perdagangan AS.
Tarif baru ini akan menggantikan sebagian tarif 50 persen yang diberlakukan tahun lalu oleh Presiden Trump.
Tarif 40 persen dari jumlah itu merupakan hukuman atas penuntutan Brasil terhadap mantan presiden Jair Bolsonaro, sekutu Trump.
Namun, Mahkamah Agung AS membatalkan tarif tersebut pada Februari.
Proses Selanjutnya
USTR mengundang komentar publik atas usulan tarif hingga 1 Juli. Sidang dengar pendapat publik dijadwalkan pada 6 Juli.
>>> Serangan Rusia ke Ukraina Tewaskan 11 Orang, Jebak Korban di Reruntuhan
Batas waktu pengambilan tindakan responsif dalam investigasi Section 301 adalah 15 Juli.
Trump menggunakan undang-undang yang sama untuk memberlakukan tarif besar-besaran pada barang China selama masa jabatan pertamanya.
USTR memiliki beberapa investigasi Section 301 lain yang diperkirakan akan menghasilkan tarif baru.
