Ia menekankan bagaimana “kepribadian Kim yang tidak terkekang namun jelas” terlihat melalui lukisan dan kaligrafinya, sehingga hadirin dapat memahami, dalam bahasa sederhana, kehidupan seorang “pelukis nasional,” tekstur zamannya, dan nilai budaya karyanya.
>>> Aktris India Priyanka Mohan Ditunjuk sebagai Duta Kehormatan Pariwisata Korea
“Raja Jeongjo pernah memerintahkan pelukis untuk menggambar adegan yang akan membuat semua orang tertawa terbahak-bahak pada pandangan pertama,” kata You.
“Jika ada yang bisa melakukannya, itu adalah Kim Hong-do.”
Meskipun Kim dikenal luas sebagai master lukisan genre, You menekankan bahwa ini hanya satu babak dari karya yang jauh lebih luas.
“Orang-orang mengingatnya karena adegan pasar yang hidup dan petani yang bekerja, tetapi ia sama luar biasanya dalam lukisan pemandangan dan lukisan burung-dan-bunga,” katanya.
Ia menunjuk pada adegan tepi sungai yang liris dan pengamatan halus terhadap hewan sebagai contoh realisme Joseon yang mencapai puncak baru.
You membandingkan penggambaran simpatik Kim terhadap rakyat jelata dengan pandangan paternalistik para pelukis pejabat sebelumnya, dengan alasan bahwa Kim “melukis sebagai salah satu dari rakyat, bukan sekadar sebagai pejabat yang melihat ke bawah.”
“Di zaman tanpa kamera, lukisan-lukisan ini adalah gambar yang memungkinkan orang melihat diri mereka sendiri,” katanya.
“Tanpa Kim Hong-do dan orang-orang sezamannya, tidak akan ada catatan visual tentang bagaimana orang Korea biasa hidup, bekerja, dan tertawa.”
Ceramah hari Selasa mendampingi pameran khusus “Danwon Kim Hong-do: Painting His Era,” yang berlangsung di museum hingga 2 Agustus.
>>> Seoul Gelar Festival Triatlon Anti-Kompetitif, Peserta Boleh Jalan Santai
Museum berencana melanjutkan ceramah khusus oleh You untuk pameran mendatang guna memperdalam pemahaman publik tentang warisan budaya.