Xiaomi Indonesia memperkuat posisinya di pasar perangkat konsumen dengan meluncurkan dua produk anyar: Redmi Pad 2 9.7 dan Redmi Headphone Neo.
Kedua perangkat ini dirancang khusus untuk generasi muda digital.
Peluncuran dilakukan pada 6 Juni 2026.
Produk ini menjadi bagian dari strategi besar Xiaomi untuk membangun ekosistem gadget terhubung yang seamless, praktis, dan terjangkau.
Studi terbaru menunjukkan bahwa 76% konsumen kini memiliki empat perangkat digital atau lebih. Hal ini menciptakan kebutuhan mendesak akan interoperabilitas antar-gadget.
Xiaomi menjawabnya lewat integrasi dalam Xiaomi HyperOS 3 dan desain hardware yang saling melengkapi.
"Gaya hidup digital membuat konsumen semakin membutuhkan gadget yang terhubung dan saling melengkapi," ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.
"Redmi Pad 2 9.7 dan Redmi Headphone Neo dirancang untuk mendukung mobilitas tinggi secara praktis dan seamless.
Pengguna bisa tetap aktif, produktif, dan menikmati hiburan di mana saja," tambahnya.
Redmi Pad 2 9.7: Tablet Ringkas dengan Performa Premium
Redmi Pad 2 9.7 hadir sebagai penerus lini tablet populer Redmi. Kali ini dengan peningkatan signifikan di layar, performa, dan daya tahan baterai.
Tablet ini memiliki layar 9,7 inci dengan resolusi 2K (2000 x 1200). Refresh rate 120Hz membuat scrolling dan gaming terasa super lancar.
Kecerahan mencapai 600 nits, ideal untuk penggunaan outdoor. Layar juga telah bersertifikasi TÜV Rheinland Eye Comfort untuk mengurangi kelelahan mata saat pemakaian jangka panjang.
Desainnya ringkas dan ringan, cocok dibawa ke kampus, kafe, atau perjalanan harian. Performa ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen 2 Mobile Platform berbasis proses fabrikasi 6nm.
Prosesor ini menawarkan keseimbangan sempurna antara efisiensi daya dan performa. Dukungan memori eksternal hingga 2TB memungkinkan pengguna menyimpan ribuan file, film, atau game.
Baterai berkapasitas 7.600mAh diklaim mampu bertahan lebih dari 24 jam dalam penggunaan normal. Mulai dari kuliah online, nonton serial, hingga editing dokumen.
Integrasi ekosistem dilakukan via HyperOS 3 dan Android 16. Kedua perangkat saling terhubung secara seamless untuk pengalaman pengguna yang lebih baik.