Israel dan Hizbullah saling serang pada Selasa (3/6) saat utusan Lebanon dan Israel mengadakan perundingan langsung di Washington.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Hizbullah adalah satu-satunya penghalang kesepakatan damai.
>>> USTR Kutip Industri Baja Korea untuk Bela Kebijakan Tarif Trump
Serangan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan telah merundingkan kesepakatan yang awalnya hanya mencakup serangan Israel di Beirut dan serangan Hizbullah ke wilayah Israel.
Kedua belah pihak belum secara terbuka menerima kesepakatan Trump. Pejabat senior Hizbullah Mahmud Qomati menyatakan kelompok itu tidak akan menerima gencatan senjata parsial.
Pertempuran di Lebanon Selatan
Lembaga Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan Israel di sekitar 30 lokasi di selatan pada Selasa, beberapa di antaranya mematikan.
Hizbullah mengatakan telah menyerang tentara Israel di wilayah Lebanon selatan yang diduduki Israel, tetapi tidak mengklaim serangan di Israel.
Militer Israel mengatakan telah mencegat dua proyektil dari Lebanon tanpa melaporkan korban jiwa.
Pertempuran terjadi saat diplomat Israel dan Lebanon berada di Washington untuk putaran keempat perundingan langsung sejak perang saat ini dimulai.
Rubio mengatakan kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS bahwa Israel dan Lebanon dapat mencapai kesepakatan damai besok.
Ia menambahkan bahwa Israel tidak memiliki klaim teritorial di Lebanon dan Hizbullah adalah penghalang.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott mengatakan kemajuan terus berlanjut di jalur politik dan keamanan setelah hari pertama perundingan berakhir.
Putaran lain dijadwalkan pada Rabu.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyebut perundingan itu sebagai pilihan yang paling murah bagi Lebanon.
Eskalasi dan Tekanan AS
Rubio mengatakan Washington ingin perundingan tetap independen dari pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang Timur Tengah yang lebih luas.
