Banyak orang menetapkan target penurunan berat badan dengan menentukan angka dan tenggat waktu, misalnya turun 5 kilogram dalam satu hingga tiga bulan.
Meskipun target dapat meningkatkan peluang keberhasilan, para ahli mengatakan penurunan berat badan yang sehat biasanya bergantung pada beberapa prinsip dasar: mengurangi asupan kalori harian, berolahraga teratur, tidur cukup, dan menghindari kesalahpahaman umum tentang diet.
>>> Direktur Museum Nasional Korea Jadi Bintang dengan Kuliah Umum yang Menghidupkan Warisan Budaya
Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa mengandalkan saran diet yang tidak efektif atau menyesatkan tidak hanya membuang waktu tetapi juga dapat membahayakan kesehatan secara keseluruhan.
Berdasarkan informasi dari Healthline dan sumber lainnya, berikut adalah beberapa mitos diet paling umum beserta fakta di baliknya.
Mitos 1: Makanan rendah kalori selalu menjadi pilihan yang lebih baik
Memeriksa jumlah kalori memang berguna, tetapi ahli gizi mengatakan lebih penting untuk melihat profil nutrisi secara keseluruhan dari suatu makanan.
Dua makanan dengan jumlah kalori yang sama dapat memengaruhi tubuh secara sangat berbeda tergantung pada kandungannya.
Makanan yang tinggi protein, serat, dan vitamin serta rendah karbohidrat olahan, gula tambahan, dan lemak jenuh umumnya merupakan pilihan yang lebih baik.
Misalnya, jika sama-sama mengandung 150 kalori, minuman kedelai kaya protein kemungkinan memberikan rasa kenyang lebih lama dan manfaat nutrisi lebih banyak daripada sepotong kue gulung.
Mitos 2: Latihan kekuatan akan membuat tubuh Anda kekar
Olahraga aerobik membantu membakar kalori dan lemak tubuh, sementara latihan kekuatan membangun dan mempertahankan massa otot.
Para ahli mengatakan kedua bentuk olahraga penting untuk mencapai penurunan berat badan yang sehat dan tubuh yang kencang.
Rutinitas olahraga yang seimbang dapat mencakup aerobik sebagai pemanasan, diikuti latihan ketahanan, dan diakhiri dengan kardio tambahan.