Valve baru saja menaikkan harga Steam Deck OLED secara signifikan di beberapa negara Asia. Kenaikan ini mencapai 51 persen untuk varian penyimpanan tertinggi.
Distributor resmi Komodo Station mengumumkan perubahan harga untuk Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Di Jepang, varian 512GB kini dibanderol sekitar Rp14,3 jutaan, naik dari JPY 137.980.
>>> HP OmniBook X 14 Meluncur Global dengan Layar OLED 1100 Nit, Mulai Rp22 Jutaan
Sementara model 1TB mencapai Rp17,4 jutaan atau JPY 167.980.
Kenaikan di Jepang setara 38 hingga 46 persen dari harga peluncuran awal.
Di Taiwan, pembeli harus merogoh kocek Rp13,2 jutaan (TWD 26.280) untuk model 512GB dan Rp16 jutaan (TWD 31.800) untuk varian 1TB.
Kenaikan Tertinggi di Korea Selatan
Korea Selatan mengalami kenaikan paling tajam. Varian Steam Deck OLED 1TB kini mencapai Rp18,6 jutaan, berasal dari harga KRW 1.578.000.
>>> MSI MEG Vision X2 AI+ Hadirkan Asisten Hologram LuckyClaw di Computex 2026
Untuk varian 512GB, konsumen Korea Selatan harus membayar sekitar Rp15,3 jutaan atau KRW 1.298.000.
Kenaikan ini dipicu oleh faktor logistik dan fluktuasi nilai tukar mata uang. Namun, penyebab utamanya adalah kelangkaan komponen penyimpanan dan memori global yang membuat biaya produksi melonjak.
Valve kesulitan mengamankan stok komponen dengan harga lama, sehingga membebankan kenaikan biaya kepada konsumen.
Ketersediaan stok di pasar internasional dilaporkan masih sangat terbatas. Para gamer di Asia harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan perangkat handheld ini.