>>> Tio Pakusadewo Dirawat Intensif karena Gangguan Jantung
Kebutuhan konser ramah lingkungan juga muncul dari kesadaran penonton. Guerreschi menyebut pengunjung bersedia berpartisipasi dalam festival yang lebih sedikit polusi.
Penelitian Hak Jun-song dkk (2012) mendukung hal itu. Pengunjung yang sadar lingkungan lebih terdorong memilih produk dan layanan yang relevan.
Kim Woo-hyuk dan Kim Kyung-sook (2018) menulis bahwa penyelenggara harus menyasar sisi emosional dan norma pribadi pengunjung.
Pemicu emosional dan kewajiban moral terbukti lebih kuat memengaruhi niat menjaga lingkungan dibandingkan fakta ilmiah atau tekanan sosial.
Christina Ballico dan Marisol Vazquez-Alonso (2021) menyebut inisiatif ramah lingkungan dan komunikasi efektif menjadi pendorong utama perilaku pro-lingkungan pengunjung.
Waspada Gimik
Judith Mair dan Jennifer Laing (2012) menekankan kebijakan konser ramah lingkungan harus dimotori pengelola festival. Nilai pribadi manajer, permintaan pemangku kepentingan, dan keinginan mendidik menjadi pendorong utama.
Penting melihat kebijakan secara menyeluruh agar tidak terjebak gimik. Ramah lingkungan bukan hanya memilah sampah atau anti plastik.
Marie Connolly dkk (2016) menyarankan artis dan penyelenggara membeli kredit karbon setara jejak karbon penggemar.
Biaya kompensasi bisa dimasukkan ke harga tiket dan hanya menambah satu persen secara rata-rata, tanpa menghalangi penonton.
Khadijah dan Pratiwi menegaskan aksi nyata harus menyentuh hal sistemik. Penonton dapat membedakan aksi nyata dengan gimik melalui indikator konkret.
Konser yang peduli lingkungan akan menunjukkan upaya minimalisasi limbah, penggunaan energi terbarukan, dan integrasi dengan transportasi umum.
Promotor serius juga bekerja sama dengan pemangku kepentingan yang memahami konsep berkelanjutan, menciptakan suasana inklusif, dan meningkatkan kesadaran sosial.
>>> God of War Laufey: Faye Jadi Tokoh Utama, Bukan Kratos
Dengan kebijakan strategis dan sistemik, konser dapat diyakini berkomitmen pada visi ramah lingkungan, bukan sekadar menunggangi tren untuk keuntungan semata.