Paus Leo XIV akan mengunjungi dua titik panas migrasi di Eropa, yaitu Kepulauan Canary di Spanyol dan Lampedusa di Italia.
Kunjungan ini dilakukan dalam waktu dekat, dengan agenda di Canary Islands pada 11 Juni dan di Lampedusa pada awal Juli.
>>> Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Kunjungan Pertama Sejak 2019
Kedua wilayah ini menjadi pintu masuk utama bagi puluhan ribu migran dari Afrika. Rute migrasi melalui Atlantik dan Mediterania termasuk yang paling mematikan di dunia.
Jumlah kedatangan migran memang menurun tahun ini, terutama di Canary Islands. Namun, isu ini masih memicu perdebatan politik yang tajam di kedua negara yang mayoritas penduduknya Katolik.
Banyak umat Katolik dan migran berharap kunjungan paus dapat mengalihkan perhatian pada solidaritas dan dukungan kemanusiaan. Mereka ingin menjauhkan fokus dari perdebatan politik yang memecah belah.
"Yang terjebak di tengah adalah para migran," kata Uskup Canarias, Mgr. José Mazuelos.
"Gereja berkata, 'Mari kita beri mereka wajah, karena kita berbicara tentang manusia, bukan angka.'"
Eslim Jallow, 27 tahun, adalah salah satu migran yang berharap pada kunjungan paus. Ia meninggalkan Gambia bersama adiknya dan tiba di Canary Islands pada 2023.
Kini ia bekerja sebagai programmer dan pengembang web di Las Palmas de Gran Canaria.
"Mungkin paus akan mengubah cara orang di sini memandang imigran," kata Jallow. "Imigran harus diperlakukan dengan martabat dan rasa hormat, bukan diabaikan."
Jallow bukan seorang Katolik, namun ia merasa Paus Leo "berbicara untuk kami, ia mengingatkan dunia bahwa kami juga manusia."
Gereja Katolik dan Pelayanan kepada Migran
Advokasi untuk migran merupakan prioritas Paus Fransiskus sebelumnya. Ia mengunjungi Lampedusa pada 2013 dalam kunjungan pastoral pertamanya di luar Roma.