Industri gaming global tengah menghadapi tekanan akibat kenaikan harga komponen hardware.
Di tengah situasi ini, CEO Xbox Asha Sharma memberikan kabar baik bagi para gamer yang menantikan konsol generasi terbaru dengan kode nama Project Helix.
>>> HP Omen Max 16 Diskon Besar Sebelum Banyak Dikirim ke Konsumen
Dalam wawancara dengan Bloomberg Tech, Sharma menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci untuk menjawab kekhawatiran harga Project Helix.
Ia menyadari bahwa menaikkan harga perangkat di tengah krisis hardware bukan langkah bijak bagi ekosistem gaming.
Strategi Inovasi Xbox
Sharma mencatat bahwa dalam seratus hari pertamanya menjabat, biaya memori dan penyimpanan meningkat drastis.
Permintaan tinggi dari pusat data AI membuat pasokan komponen rebutan, sehingga harga di tingkat produsen melambung.
Para gamer sempat khawatir setelah melihat kenaikan harga konsol kompetitor seperti PS5.
Ketakutan ini diperkuat dengan fakta bahwa perangkat gaming kelas atas seperti Steam Machine bisa dijual sekitar Rp15.700.000 (1.000 dolar AS) atau lebih.
>>> Casio G-Shock XG Hadir dengan Kilau Rainbow Glass, Incar Pasar Global
Meskipun tantangan biaya produksi nyata, Xbox berkomitmen tidak membebankan kenaikan harga tersebut kepada pengguna.
Sharma berargumen bahwa produk terasa mahal jika perusahaan tidak berinovasi dalam proses pengembangan dan produksi.
Salah satu langkah yang mungkin diambil adalah menghadirkan versi konsol yang lebih ramping atau efisien, mirip strategi seri sebelumnya.
Dengan cara ini, konsumen memiliki pilihan untuk tetap masuk ke ekosistem gaming terbaru tanpa terbebani biaya hardware tinggi.
Fokus utama perusahaan ke depan adalah memastikan produk terbaru tetap terjangkau masyarakat luas.
>>> Samsung Galaxy S27 Pro Siap Hadir dengan Baterai 5.000 mAh di Bodi Ringkas
Hal ini penting agar teknologi gaming terbaru tidak menjadi produk eksklusif, melainkan bisa dinikmati seluruh keluarga dan pemain kasual.