unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Hiburan Kode Teknologi Pengenalan Wajah Ditemukan di Aplikasi Kacamata Pintar Meta

Kode Teknologi Pengenalan Wajah Ditemukan di Aplikasi Kacamata Pintar Meta

Kode Teknologi Pengenalan Wajah Ditemukan di Aplikasi Kacamata Pintar Meta
Meta Ungkap Kode Teknologi Pengenalan Wajah Terpendam di Aplikasi Kacamata Pintar
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Meta kembali menjadi sorotan setelah laporan mengungkap adanya kode teknologi pengenalan wajah yang tersembunyi dalam aplikasi pendamping kacamata pintarnya.

Fitur yang dinamai "NameTag" ini belum aktif, namun keberadaannya menimbulkan pertanyaan baru terkait privasi pengguna.

>>> Samsung Galaxy S26 FE Bocor: Desain Kamera Baru dan Android 17

alt top

Temuan Kode NameTag

Kode pengenalan wajah ditemukan dalam beberapa pembaruan aplikasi sejak Januari 2026. Aplikasi pendamping kacamata pintar Meta sendiri telah diunduh lebih dari 50 juta kali.

Teknologi ini memungkinkan kacamata menggunakan kamera untuk mendeteksi wajah dan mencocokkannya dengan database lokal di ponsel pengguna. Jika ada kecocokan, notifikasi identitas orang tersebut akan muncul.

Meta menegaskan bahwa ini adalah eksperimen internal, bukan produk yang akan diluncurkan segera.

alt mid

Kekhawatiran Privasi

Walaupun fitur ini belum aktif, potensi penggunaannya menimbulkan kekhawatiran terkait pelanggaran privasi. Pengenalan wajah memang menjadi topik kontroversial dalam teknologi konsumen, terutama karena risiko pengawasan yang berlebihan.

Pada 2021, Meta sempat menutup sistem pengenalan wajah Facebook dan menghapus lebih dari satu miliar data cetak wajah akibat kritik dan tuntutan hukum terkait privasi biometrik.

>>> 3 Tablet Mid-Range Terbaik 2026 untuk Kerja, Meeting Online, dan Multitasking

Meta juga membayar denda besar di Illinois dan Texas sebagai penyelesaian masalah ini.

Penemuan kode baru ini menunjukkan bahwa Meta masih melakukan eksplorasi teknologi serupa, meski belum ada keputusan resmi untuk meluncurkannya secara komersial.

Pernyataan Meta

Juru bicara Meta, Ryan Daniels, menyatakan bahwa kode yang ditemukan adalah bagian dari eksperimen internal dan bukan indikasi peluncuran produk baru.

Meta juga menegaskan tidak sedang membangun database pengenalan wajah terpusat dan akan transparan jika nantinya fitur ini benar-benar dikembangkan.

Meski demikian, diskusi tentang keseimbangan antara kemudahan teknologi wearable AI dan privasi pengguna dipastikan akan kembali mengemuka.

>>> Review Film: Colony, Zombi Cerdas dan Ketegangan Tanpa Henti

Bagi pengguna di Indonesia, penting untuk memahami bagaimana teknologi ini mungkin memengaruhi pengalaman sehari-hari dan hak privasi mereka.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru