unique visitors counter
⌂ Beranda News BEI Akui Minim IPO Jumbo di 2026, Ini Alasannya

BEI Akui Minim IPO Jumbo di 2026, Ini Alasannya

BEI Akui Minim IPO Jumbo di 2026, Ini Alasannya
Ilustrasi: BEI Akui Minim IPO Jumbo di 2026, Ini Alasannya
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui bahwa jumlah perusahaan berkapitalisasi besar yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) sepanjang 2026 masih minim.

Direktur Penilaian BEI, Saidu Solihin, mengatakan keputusan untuk melantai di bursa merupakan keputusan bisnis masing-masing perusahaan. Hal itu mempertimbangkan kesiapan internal dan momentum pasar.

>>> Perang Iran Meluas ke Laut Merah dan Kaspia, Teluk Tenang Saat AS Hentikan Serangan

alt mid

"Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terlihat di sejumlah pasar berkembang lainnya," ujar Saidu kepada Bloomberg Technoz, Minggu (26/7/2026).

Menurut Saidu, kehadiran perusahaan besar memang dapat memperkuat kedalaman, likuiditas, dan daya tarik pasar modal Indonesia.

>>> Sempat Diperingatkan, Wanita Muda Tewas Tertabrak KRL di Bojonggede

alt mid

Namun, dinamika pasar saham tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya IPO berukuran besar.

Fokus pada Kualitas Perusahaan

Saidu menegaskan bahwa strategi BEI saat ini bukan semata mengejar jumlah atau ukuran IPO. Bursa lebih memprioritaskan pembangunan pipeline perusahaan yang berkualitas dan berkelanjutan.

>>> Satu Tewas dalam Bentrokan di Jalan Tambak Menteng, Berawal dari Cekcok Warung Nasi Uduk

"Yang lebih penting adalah membangun pasokan perusahaan tercatat yang berkualitas, berkapitalisasi sehat, memiliki tata kelola yang baik, dan mampu bertumbuh setelah IPO," jelasnya.

alt under
M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
alt mid
📰 Update Terbaru
stikibot