"Chemistry kami di layar cukup kasar," canda Kim.
"Itu karena kami tidak syuting di tempat yang segar, melainkan di lokasi berdebu, dingin, dan gelap. Kami terus-menerus kelelahan, tapi tetap semangat dengan berbagi tawa," katanya.
Kong setuju dengan Kim, mengatakan kondisi syuting yang sulit justru membuat mereka cepat akrab. "Kami syuting di terowongan dalam dan rendah di Kobe.
Bahkan harus naik mobil hanya untuk ke kamar mandi di permukaan.
Karena tantangan itu, seluruh pemain dan kru menjadi sangat dekat, dan akhirnya kami bersenang-senang saat syuting," ujar Kong.
Kong mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kim yang menggunakan kemampuan bahasa Jepangnya yang fasih sebagai penerjemah di lokasi syuting.
Ia menambahkan film ini menawarkan kekayaan elemen budaya dan religi yang membedakannya dari film okultisme lain.
"Film ini memadukan berbagai kepercayaan dan agama rakyat. Ada lokasi indah di Kobe, perdukunan Korea, pertemuan dengan setan Hindu, dan bahkan pendeta Kristen.
Perpaduan tradisi yang beragam ini akan menjadi daya tarik utama bagi penonton," kata Kong.
>>> Perbandingan Infinix XBOOK 15 vs AXIOO Hype R7: Laptop Ryzen 7 untuk Produktivitas
'The Shrine' dijadwalkan tayang di bioskop Korea pada 17 Juni.