unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Filipina Luncurkan Paviliun Resmi di Seoul Food 2026 Manfaatkan FTA dengan Korea

Filipina Luncurkan Paviliun Resmi di Seoul Food 2026 Manfaatkan FTA dengan Korea

Filipina Luncurkan Paviliun Resmi di Seoul Food 2026 Manfaatkan FTA dengan Korea
Paviliun Filipina di Seoul Food 2026
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Filipina meluncurkan paviliun resmi pertamanya di Seoul Food 2026, pameran dagang makanan dan minuman terbesar di Asia.

Sebanyak 24 perusahaan Filipina berpartisipasi dalam ajang yang berlangsung selama empat hari di KINTEX, Goyang, Korea Utara.

>>> Tips Minum Somaek ala Jensen Huang: Makan Dulu, Jangan Buru-buru

alt top

Langkah ini merupakan dorongan institusional paling agresif Manila ke pasar Korea sejak Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Filipina-Korea berlaku pada Desember 2024.

FTA tersebut menghapus tarif untuk 94,8 persen ekspor Filipina ke Korea, memberikan keunggulan kompetitif bagi eksportir pertanian dan makanan Asia Tenggara.

Paviliun ini dikelola oleh Center for International Trade Expositions and Missions (CITEM) dan Departemen Pertanian Filipina.

alt mid

CITEM menangani 16 perusahaan yang fokus pada produk olahan, termasuk konglomerat makanan seperti Oleo-Fats dan Phil-Union Frozen Foods.

Sementara itu, Departemen Pertanian mensponsori delapan perusahaan menengah yang menargetkan produk konfeksi dan tanaman segar bernilai tinggi.

Pameran ini disusun dalam dua koridor komersial di bawah merek "FOODPhilippines".

>>> Pemkot Seoul Audit Homestay Seiring Lonjakan Turis

Korea mengimpor barang pertanian senilai $37,4 miliar tahun lalu karena lahan pertanian terbatas dan tenaga kerja pedesaan yang menua.

Filipina mengekspor total barang senilai lebih dari $3,5 miliar ke Korea pada 2024, namun produk pertanian dan makanan hanya sekitar $300-350 juta.

Pejabat perdagangan Filipina berharap pembebasan tarif akan membuka pasar bagi produk olahan tropis seperti minyak kelapa, keripik pisang, ubi ungu olahan, dan konsentrat calamansi di sektor ritel premium dan toko serba ada Korea.

Strategi ini juga menandai pergeseran industri Filipina dari pengiriman komoditas mentah bernilai rendah menuju barang konsumen jadi bernilai lebih tinggi.

"Pameran perdagangan internasional merupakan titik temu antara hubungan diplomatik dan strategi komersial," kata Direktur Eksekutif CITEM Leah Pulido Ocampo.

Partisipasi ini menyusul peningkatan aktivitas pembelian Korea di pameran dagang utama Filipina, IFEX Philippines, awal tahun ini. Pembeli Korea masuk dalam 10 besar delegasi internasional di acara tersebut.

>>> Korea Selatan Rancang Revolusi Wisata Kapal Pesiar di Busan

Data komersial dan etalase digital perusahaan peserta telah dikonsolidasikan di portal perdagangan Filipina, ifexconnect. com.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru