Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah memasukkan Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Uni Eropa ke dalam daftar puluhan ekonomi yang menghadapi risiko transshipment produk terkait China.
Hal itu terungkap dalam laporan Gedung Putih yang dirilis Kamis, sebagai upaya menangani skema penghindaran tarif AS dan tindakan perdagangan lainnya.
>>> Penggerebekan Kampung Bahari: Bos Gendut Buronan Sabu 98 Kg Dibekuk
Laporan berjudul "The Great Transshipment Scam" dari Kantor Kebijakan Perdagangan dan Manufaktur Gedung Putih mengidentifikasi sekitar 40 negara dengan risiko transshipment 'tinggi'.
Laporan itu menyebut eksportir China mengirim barang melalui negara ketiga dengan metode seperti mengganti label, mengemas ulang, dan klaim asal negara palsu.
Kategori negara berisiko
Korea Selatan, Jepang, Taiwan, UE, India, Kanada, Meksiko, dan Israel diklasifikasikan sebagai 'pemimpin skala beragam'.
Kategori itu menyoroti basis industri yang beragam dan platform ekspor utama ke AS, di mana risiko transshipment melekat dalam arus perdagangan sah yang luas.
Brasil, Indonesia, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam masuk kategori 'pemimpin skala dengan integrasi ekonomi signifikan'.
>>> BMKG: Puncak Musim Kemarau 2026 di Indonesia Diprediksi pada Agustus
Mereka disebut menggabungkan volume transshipment ilegal dengan integrasi lebih dalam ke rantai pasokan China, sumber input, platform manufaktur, logistik, atau jalur rerouting regional.
Kategori terakhir adalah 'target China kecil yang oportunistik', yaitu ekonomi lebih kecil dengan volume transshipment rendah tetapi keunggulan 'mata rantai lemah' spesifik.
Termasuk Swiss, Singapura, Filipina, Uni Emirat Arab, Chili, dan Kolombia, yang memiliki tenaga kerja murah, akses pelabuhan atau perbatasan, kapasitas perakitan khusus, atau akses preferensial ke AS.
Laporan itu juga menguraikan dorongan untuk mengembangkan 'perbatasan detektif' menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.
>>> Program Sosial Masjid At-Taqwa: Wakaf Air dan Ambulans Tanpa Biaya
Sistem itu akan mengintegrasikan data pengiriman, riwayat rute, dan informasi lain untuk mengidentifikasi pengiriman berisiko tinggi serta memfasilitasi pemungutan bea dan tindakan lainnya.
