Glencore Plc melaporkan lonjakan laba yang tajam pada semester pertama tahun ini.
Kenaikan ini didorong oleh melonjaknya harga komoditas utama dan kinerja unit perdagangan yang disebut sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah.
>>> Pemerintah Salurkan Dana PIP 2026 Hingga Rp1,8 Juta Per Siswa
Perusahaan perdagangan komoditas ini meraup keuntungan luar biasa karena konflik di Timur Tengah mengganggu pasar energi. Perang Iran disebut menjadi pemicu melonjaknya harga energi.
Kondisi ini juga menguntungkan bisnis batu bara Glencore, yang menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar perusahaan. Sementara itu, harga tembaga mencapai rekor tertinggi pada periode yang sama.
Kenaikan harga tembaga didorong oleh berbagai faktor, mulai dari booming kecerdasan buatan hingga tarif perdagangan. Hal ini turut mendongkrak pendapatan perusahaan.
>>> Purbaya Tambah Likuiditas SAL ke Himbara Rp70 T Hingga Juli 2027
Glencore mencatat laba inti semester pertama sebesar US$10,1 miliar. Angka ini naik 86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan juga mengumumkan akan mengembalikan tambahan US$1,5 miliar kepada pemegang saham.
>>> Bahlil: Tugas Lemigas Tak Cuma Impor Minyak, tapi Juga Cek Mutu
Jumlah tersebut terdiri dari dividen tambahan sebesar US$1 miliar dan program buyback saham senilai US$500 juta.
