Pemerintah Kota Seoul dan Seoul Tourism Organization pada Senin mengumumkan akan meluncurkan proses audit kompetitif untuk memilih 20 akomodasi alternatif terbaik di kota tersebut.
Inisiatif ini berlangsung hingga akhir Juni dan menyasar homestay perkotaan serta rumah tamu tradisional yang terdaftar secara resmi di bawah payung "Seoul Stay".
>>> Korea Selatan Rancang Revolusi Wisata Kapal Pesiar di Busan
Pemenang seleksi akan menerima subsidi hingga 5 juta won (sekitar $3.650).
Kriteria Baru: Keselamatan dan Hubungan Komunitas
Tahun ini, kota merevisi kriteria seleksi untuk lebih mengutamakan infrastruktur keselamatan dan hubungan komunitas daripada daya tarik estetika.
Untuk pertama kalinya, pakar keselamatan kebakaran independen akan bergabung dalam panel inspeksi.
Mereka akan melakukan kunjungan lapangan mendadak untuk memeriksa pintu darurat, detektor asap, dan kabel listrik di bangunan tempat tinggal.
Ketatnya regulasi ini mencerminkan masalah yang berkembang di lingkungan trendi Seoul seperti Hongdae dan Bukchon Hanok Village.
>>> Jejak Kuliner CEO Nvidia Jensen Huang Selama Kunjungan Tiga Hari di Seoul
Ledakan sewa jangka pendek dan homestay yang tidak diatur telah memicu keluhan warga terkait kebisingan, pembuangan sampah, dan kenaikan biaya perumahan.
Berdasarkan pedoman baru, operator harus membuktikan bahwa mereka secara aktif mengelola kebisingan tamu dan limbah rumah tangga untuk mencegah perselisihan lingkungan.
Kota akan menjalankan proses penyaringan dua tahap: menyempitkan pelamar menjadi 30 besar, lalu mengirim inspektur lapangan untuk menilai kebersihan, layanan, dan keharmonisan lingkungan.
Pemenang akan menerima plakat merek resmi dan kampanye pemasaran yang didukung negara.
"Keberhasilan akhir dari strategi pariwisata kami dimulai dengan lingkungan akomodasi di mana pengunjung merasa aman dan tetangga merasa dihormati," kata Kim Myung-ju, direktur Biro Pariwisata dan Olahraga Seoul.
>>> Penari Balet Korea Sung Jae-seung Raih Penghargaan Tertinggi di Kompetisi Finlandia
"Kami mencari operator yang memahami bahwa keberlanjutan sama pentingnya dengan keramahan."