Ruben Onsu buka suara mengenai permasalahannya dengan Sarwendah yang tengah menjadi perbincangan publik.
Dalam acara Brownis Trans TV pada Senin (8/6), Ruben mengungkap sejumlah hal, mulai dari nafkah hingga hinaan yang diterimanya.
1. Nafkah Rp200 Juta Dihentikan
Ruben mengakui telah menghentikan pemberian nafkah untuk anak-anaknya selama enam bulan terakhir. Nilai nafkah tersebut mencapai lebih dari Rp200 juta.
Ia menghentikan nafkah karena merasa haknya tidak dipenuhi oleh Sarwendah selaku pemegang hak asuh. Ruben menjelaskan bahwa sistem nafkah yang disepakati adalah reimburse.
"Gue berhak untuk tanya, 'Ini apa? Ada ini segini, mana rinciannya?'"
ujar Ruben. Ia menegaskan tidak ingin dianggap pemarah atau emosional hanya karena bertanya.
2. Kesepakatan Temu Anak Tak Terwujud
Ruben dan Sarwendah sebelumnya sepakat bahwa Ruben bisa bertemu anak-anak selama tiga hari dalam sepekan. Namun, kesepakatan itu dinilai tidak berjalan.
"Keputusan pengadilan 4-3, 3 hari di aku. Sudah komunikasi sudah," kata Ruben.
Ia juga menyadari bahwa putrinya sudah memegang ponsel, tetapi tidak selalu dapat dihubungi.
3. Bukan Cemburu, Hanya Ingin Bertemu Anak
Ruben menegaskan tidak cemburu dengan kedekatan Sarwendah dan pacar barunya. Ia hanya ingin bisa bertemu dengan anak-anaknya.
"Kalau memang mau ini bisa selesai, cuma satu doang pertanyaannya, soal anak," tegas Ruben. Ia menambahkan, "Jangan bilang gue cemburu, poin di gue cuma [soal] anak."
4. Dampak Psikis Tak Bertemu Anak
Ruben mengaku masalah ini berdampak pada kondisi psikisnya. Ia merasa campur aduk, namun tetap berusaha fokus bekerja.
Ia bahkan menghindari mal agar tidak terpicu saat melihat anak kecil. "Gue sudah menghindari namanya mall, supaya enggak ke-trigger mata gue lihat anak kecil," ungkapnya.
5. Tudingan Ada yang Menghasut
Ruben meyakini ada pihak yang menghasut Sarwendah hingga bersikap kontroversial. Ia menilai sikap Sarwendah tidak wajar tanpa pengaruh orang lain.
"Saya tahu banget ibunya anak-anak kalau enggak ada yang ngomporin, enggak akan begitu," kata Ruben. Ia juga menanggapi ejekan "ngondek" dengan santai dan bangga dengan perjalanan hidupnya.