unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Penulis Korea-Amerika Eksplorasi Identitas dan Memori Lewat Lensa Lintas Budaya

Penulis Korea-Amerika Eksplorasi Identitas dan Memori Lewat Lensa Lintas Budaya

Penulis Korea-Amerika Eksplorasi Identitas dan Memori Lewat Lensa Lintas Budaya
Cover buku An Artistic Journey karya Nicole Ochongae Conrad
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Nicole Ochongae Conrad, seorang profesor, penulis, dan fotografer Korea-Amerika, telah hidup di antara dua budaya selama hampir lima dekade.

Pengalaman itu menjadi fondasi kariernya di bidang fotografi, pendidikan, dan pertukaran budaya.

>>> Son Ye-jin Tanggapi Perdebatan Gaya dengan Elegan

alt top

Karya-karyanya kini terhimpun dalam buku terbaru berjudul "An Artistic Journey". Buku ini merupakan kumpulan fotografi, esai personal, dan narasi budaya yang mengeksplorasi identitas, memori, dan diaspora.

"Menjadi Korea-Amerika bukan hanya tentang melestarikan akar budaya, tetapi juga berbagi dengan orang lain," kata Conrad dalam wawancara tertulis dengan The Korea Times.

Ia menambahkan bahwa menjadi Korea-Amerika berarti menjadi jembatan antarbudaya.

alt mid

Conrad meraih gelar Bachelor of Fine Arts dan Master of Fine Arts dari Arizona State University.

Ia kemudian menjadi profesor seni rupa dan humaniora di Central Texas College dan Texas Christian University.

Salah satu momen paling berarti dalam kariernya adalah saat mempresentasikan makalah berjudul "Cross-Cultural Visions" di Harbin Institute of Technology di China.

Kesempatan itu memperkuat keyakinannya tentang pentingnya dialog antarbudaya.

>>> Pameran Seni Kiaf dan Frieze Seoul Digelar Bersamaan pada September

"Pengalaman itu menegaskan keyakinan saya bahwa menjadi Korea-Amerika bukan hanya tentang melestarikan akar, tetapi juga berbagi dengan orang lain," ujarnya.

Ia menekankan nilai membangun pemahaman, koneksi, dan rasa saling menghormati lintas budaya.

Komitmen Conrad terhadap pertukaran budaya dipengaruhi oleh mentornya, Bill Jay, seorang sejarawan dan teoretikus fotografi ternama di Arizona State University.

"Mentor saya pernah berkata, 'Biarkan dunia mengenal fotografi Korea,'" kenangnya.

Terinspirasi oleh kata-kata itu, Conrad memperluas karyanya melampaui fotografi untuk berbagi seni, budaya, dan tradisi teh Korea kepada beragam audiens.

Ia berharap generasi muda Korea-Amerika dapat merangkul warisan budaya mereka sambil mengejar aspirasi sendiri.

"Kita berasal dari warisan budaya yang kaya, dan itu adalah sesuatu yang patut dirayakan," katanya.

>>> Gangnam District Gelar Konser Piknik Tepi Sungai dan Festival Jalanan Bebas Mobil

"Tetaplah terhubung dengan akar Anda, percayalah pada diri sendiri, dan banggalah dengan siapa Anda. Biarkan perjalanan Anda menyatukan orang-orang lintas budaya, ke mana pun kehidupan membawa Anda."

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru