Otoritas pariwisata Korea Selatan mulai fokus pada pasar tradisional dengan meluncurkan kampanye standarisasi pada Jumat lalu.
Kampanye ini menyasar masalah umum seperti harga yang tidak tercantum, kebersihan buruk, dan transaksi tunai.
>>> Awas Bahaya Makanan Tersentuh Paruh Merpati di Pinggir Jalan
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Korea Tourism Organization akan menggelar "K-Tourism Market Smile Campaign" selama dua hari di Haeundae Market, Busan.
Inisiatif ini bertujuan menanamkan budaya ritel modern di pasar terbuka yang ramai tersebut menjelang puncak musim liburan musim panas.
Empat Pilar Layanan
Kampanye ini berfokus pada empat inovasi layanan inti: harga tetap yang ketat, penerimaan kartu kredit, sanitasi yang ditingkatkan, dan pelayanan yang sopan.
Standar dasar ini sudah lazim di department store modern dan jaringan toko serba ada, namun penerapannya di pasar tradisional masih lemah.
Kurangnya transparansi sering membuat konsumen muda domestik dan pengunjung internasional enggan berbelanja.
Pemerintah akan bekerja sama dengan asosiasi pedagang Haeundae untuk memeriksa stan dan memastikan penjual mencantumkan nama produk, harga pasti, dan unit penjualan standar.
>>> Pameran Langka: Masuki Kantor Raja Joseon di Deoksu Palace
Insentif dan Kontes
Untuk membangun akuntabilitas, pengunjung dapat memilih stan yang paling sesuai dengan pedoman baru dalam kontes "Smile Best Stall".
Selain itu, akan dibangun zona pengalaman makanan jalanan khusus.
Pembeli dengan struk belanja di atas 10.000 won ($7,20) akan menerima voucher 4.000 won yang bisa ditukarkan di pasar.
Upaya standarisasi ini juga meluas ke pasar regional lain seperti Mangwon dan Gyeongdong di Seoul, Seomun Market di Daegu, dan Dongmun Traditional Market di Pulau Jeju.
Otoritas berharap dengan menegakkan perlindungan konsumen, pasar-pasar ini bisa menjadi pilar pariwisata nasional yang andal.
"Kampanye ini adalah gerakan promosi pariwisata untuk menyebarkan kebaikan hati dan kepercayaan pada harga terjangkau yang paling dihargai wisatawan," kata Kang Dong-jin, direktur jenderal kebijakan pariwisata di kementerian.
>>> Pameran Fotografi Still Life Kukje Gallery Soroti Kekuatan Fotografi di Era AI
Ia menambahkan bahwa tujuan utamanya adalah menjadikan pasar ini tempat yang ingin dikunjungi lagi.