Pakar energi menilai Indonesia tidak memerlukan investasi tambahan kilang besar-besaran hanya untuk mengolah minyak mentah ESPO yang diimpor dari Rusia.
Ekonom energi Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti menyimpulkan hampir seluruh kilang PT Pertamina (Persero) telah memiliki konfigurasi yang kompatibel untuk mengolah minyak Eastern Siberia–Pacific Ocean tersebut.
>>> Residivis Narkoba di Serang Ditangkap Lagi, Nekat Edarkan Sabu karena Terlilit Utang
Penyesuaian yang dibutuhkan hanya pada sisi operasional, bukan pembangunan atau pengembangan fasilitas baru.
>>> Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Juli 2026 Bervariasi, Paling Mahal Rp2.275.000 per Gram
Yayan menegaskan penyesuaian pada kilang hanya perlu dilakukan pada unit hydrodesulfurization, desalting, hingga pengaturan kembali fraksinasi produk.
>>> Profil Perry Warjiyo: Dilantik Era Jokowi, Mundur di Era Prabowo
“Pengolahan minyak mentah ESPO di kilang-kilang Indonesia tidak memerlukan belanja modal yang mahal untuk penggantian reaktor struktural,” kata Yayan dalam risetnya, dikutip Senin (27/7/2026).

