Kukje Gallery di Seoul menggelar pameran fotografi still life bertajuk "Objects in Oscillation" yang menampilkan sembilan fotografer Korea.
Pameran ini berlangsung di ruang K1 dan K2 galeri tersebut.
>>> Zona Penggemar Bertema Piala Dunia Dibuka di Ttukseom Hangang Park Seoul
Di tengah maraknya gambar buatan AI yang dihasilkan dalam hitungan detik, pameran ini justru menyoroti kekuatan pandangan sabar dan lensa optik.
Kurator Koo Bohn-chang, seorang fotografer perintis, mengatakan ingin menunjukkan keragaman fotografer Korea yang bekerja dengan cara sangat beragam.
"Saya ingin menunjukkan bahwa ada fotografer di Korea yang bekerja dengan cara sangat beragam, dan mereka harus mendapat perhatian serta penilaian yang layak," ujar Koo dalam jumpa pers.
Karya Tanpa Manipulasi Digital Berat
Sembilan seniman membangun gambar dengan mata, sensibilitas, dan kemampuan optik kamera saja, tanpa mengandalkan manipulasi digital berat atau AI generatif.
Menurut Koo, pilihan itu bukan nostalgia, melainkan etis dan filosofis.
"Menjadi fotografer bukan tentang mengambil gambar cantik dengan ponsel pintar. Ini adalah proses membentuk hubungan dengan objek.
AI bisa membuat gambar, tapi tidak bisa membuat mata fotografer," tegasnya.
Karya Koo sendiri, seri "Object", mengeksplorasi kehadiran dan ketiadaan. Fotografinya menampilkan kotak kosong berlapis satin yang menyisakan jejak negatif dari harta karun yang lenyap.
Eksplorasi Memori dan Kehancuran
Jung Jung-ho merekonstruksi kehidupan kakeknya yang dimobilisasi sebagai pekerja masa perang. Ia mengatur selongsong peluru, kawat, tali, dan dokumen arsip menjadi tableau pahatan rapuh sebelum difoto.
>>> Apakah Keripik Protein Benar-benar Ramah Diet?
Zo Sun-hi menghadirkan bunga layu dan buah busuk yang dilapisi pigmen hitam atau ditangkap dalam pembusukan, tampak seperti abu kremasi atau planet kecil yang jauh.