Salah satu bagian tersulit dari diet adalah berhenti ngemil sepenuhnya. Bahkan jika Anda mengurangi porsi makan, mengubah kebiasaan ngemil sekaligus tidaklah mudah.
Setelah bekerja sambil menonton TV, atau saat mulut terasa ingin mengunyah di tengah hari, tangan sering meraih sebungkus keripik lagi.
>>> Son Ye-jin Tanggapi Perdebatan Gaya dengan Elegan
Bahkan bagi idola K-pop yang terkenal dengan manajemen diri ketat, camilan tetap menjadi godaan.
Nayeon dari TWICE, misalnya, mengaku gemar ngemil.
Pada 4 Juni, ia tampil di acara YouTube "Sungchan's Eterview" di kanal 117, memperkenalkan barang perawatan diri favoritnya, termasuk bantal, gua sha, pembersih lidah, dan camilan protein.
Nayeon berkata, "Ada hari-hari di mana saya sangat ingin makan keripik," sambil menunjukkan berbagai camilan protein.
Setelah mencicipi salah satu keripik protein, kedua pembawa acara bereaksi, "Ini benar-benar terasa seperti junk food."
Nayeon menjelaskan, "Keripik biasa lebih asin dan rasanya terlalu kuat sehingga saya bosan. Saya makan keripik protein kemarin juga."
Lantas, apa yang membedakan keripik protein dengan keripik biasa?
Perbedaan Keripik Protein dan Keripik Biasa
Banyak orang meraih camilan karena kebiasaan, meski tidak lapar. Tekstur renyah, rasa asin, dan kenikmatan mengunyah sulit ditolak.
Masalahnya, sebagian besar keripik kentang dan camilan fokus pada rasa dan tekstur, serta tinggi karbohidrat dan lemak.
Keripik protein, sebaliknya, meningkatkan kandungan protein dengan menggunakan protein nabati seperti kedelai dan kacang polong, atau protein dari susu.
Keunggulan utamanya adalah Anda bisa menikmati tekstur renyah seperti keripik biasa sambil mengonsumsi protein.
Karena itu, orang yang peduli kesehatan, bukan hanya yang sedang diet, sering memilihnya sebagai pengganti camilan konvensional. Namun, ini tidak berarti keripik protein adalah "camilan yang tidak menggemukkan."