Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) sebelum masa jabatan keduanya berakhir menutup satu bab penting dalam kebijakan moneter Indonesia.
Salah satu indikator yang paling mudah diamati dari kepemimpinannya adalah pergerakan nilai tukar rupiah sejak 24 Mei 2018.
Selama Perry menjabat, rupiah tidak sekuat dolar Singapura atau ringgit Malaysia. Mata uang Garuda tercatat beberapa kali melemah di tengah guncangan global.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah bergerak dari kisaran Rp14.000 per dolar AS pada awal masa jabatan hingga Rp17.978 per dolar AS pada hari pengunduran dirinya, 27 Juli 2026.
Sepanjang periode itu, rata-rata kurs berada di Rp15.310 per dolar AS. Level terkuat tercatat sekitar Rp13.866 per dolar AS pada akhir 2019, sebelum pandemi Covid-19.
Pada tahun ini, rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang masa, yakni di atas Rp18.000 per dolar AS.