unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Hiburan Spielberg Kembali ke Tema Alien dengan 'Disclosure Day'

Spielberg Kembali ke Tema Alien dengan 'Disclosure Day'

Spielberg Kembali ke Tema Alien dengan 'Disclosure Day'
Poster film Disclosure Day karya Steven Spielberg
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Steven Spielberg kembali ke dunia makhluk luar angkasa melalui film terbarunya, "Disclosure Day". Ini adalah film keempat sutradara legendaris itu yang berpusat pada pertemuan dengan alien.

Hampir lima dekade setelah "Close Encounters of the Third Kind" (1977) dan lebih dari 20 tahun setelah "War of the Worlds" (2005), Spielberg mencoba memadukan rasa takjub dari karya awalnya dengan ketegangan thriller politik modern.

>>> Dari Temple Stay ke Layar Kaca: Fenomena 'Buddhisme Hip' di Korea

alt top

Cerita dalam "Disclosure Day" memperluas tema yang pernah diangkat di "Close Encounters of the Third Kind", "E. T.

the Extra-Terrestrial" (1982), dan "War of the Worlds".

Namun, berbeda dengan film-film tersebut, film ini lebih fokus pada respons manusia terhadap alien, bukan pada alien itu sendiri.

alt mid

Kisah Kebocoran Rahasia Alien

Di pusat cerita terdapat Wardex, organisasi militer rahasia yang selama puluhan tahun menyembunyikan bukti keberadaan alien. Organisasi itu juga melakukan eksperimen kontroversial pada pengunjung luar angkasa.

Kisah dimulai ketika Daniel Kellner (Josh O'Connor) memutuskan untuk membocorkan informasi rahasia tentang penutupan tersebut.

Sebagai ahli keamanan siber yang bekerja di dalam Wardex, ia mempertaruhkan segalanya untuk mengungkap kebenaran.

Jalannya kemudian bersilangan dengan Margaret Fairchild (Emily Blunt), seorang penyiar cuaca televisi dari Kansas City. Hidup Margaret berubah setelah ia bertemu dengan entitas alien.

Setelah kejadian itu, Margaret mendapatkan kemampuan luar biasa.

Ia tiba-tiba bisa berbicara dalam setiap bahasa dan dialek dengan lancar, termasuk berkomunikasi dalam bahasa Korea dengan seorang profesor Korea-Amerika saat siaran berita tentang provokasi nuklir Korea Utara.

Selain itu, ia juga mengembangkan kemampuan membaca pikiran siapa pun yang ditemuinya. Bagi penonton Korea, melihat Blunt berbicara dalam bahasa Korea yang fasih pasti akan menarik perhatian.

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru