Jenewa meningkatkan pengamanan menjelang protes anti-G7 yang diperkirakan dihadiri 50.000 orang pada akhir pekan ini.
Protes tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (15/6) di Jenewa, Swiss, saat para pemimpin negara G7 berkumpul di Evian-les-Bains, Prancis, untuk KTT pada 15-17 Juni.
>>> Oktagon UFC di Halaman Gedung Putih Siap untuk Perayaan Ultah Trump ke-80
Pengamanan Ketat di Perbatasan
Otoritas keamanan Jenewa mengumumkan akan menutup dan mengawasi 27 pos perbatasan antara Prancis dan Swiss mulai Jumat malam.
Swiss mengerahkan 4.000 tentara untuk mengamankan wilayahnya selama KTT tiga hari tersebut.
Sementara itu, Prancis menyiagakan 8.000 personel polisi untuk KTT di Evian.
Para pemimpin negara G7 akan mendarat di Jenewa sebelum diangkut melintasi perbatasan ke tempat pertemuan di Evian.
Dampak Ekonomi bagi Warga
Banyak toko di Jenewa telah menutup papan kayu untuk melindungi properti mereka dari potensi kerusakan saat protes.
Damien Gall, pemilik perusahaan pertukangan Espace, mengatakan telah memasang lebih dari 2.000 meter persegi panel kayu untuk melindungi bangunan kliennya.
>>> Wall Street Pulihkan Sebagian Kerugian Pekan Ini, Saham AI Bangkit
Pengemudi taksi Lamine Lasbet menyebut persiapan protes berdampak "bencana" pada bisnisnya. "Kami akan tinggal di rumah, jujur saja.
Jadi tiga atau empat hari tanpa bekerja," ujarnya.
Beberapa warga Jenewa juga mengkhawatirkan dampak ekonomi dari KTT tersebut.
Eric Affolter, pemilik toko suvenir, mengingat kerusakan properti saat KTT G8 di Evian pada 2013, ketika pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di tepi kiri Jenewa.
Carole-Anne Kast, pejabat senior setempat, mengatakan kanton Jenewa kemungkinan harus mengeluarkan sekitar 20 juta franc Swiss ($25,01 juta) untuk biaya keamanan.
>>> Trump Ancam Serang Iran Malam Ini, Incar Kuasai Infrastruktur Minyak
Ia menambahkan bahwa pihak berwenang telah berupaya mengurangi risiko kekerasan dan kerusakan properti.
