unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Trump Ancam Serang Iran Malam Ini, Incar Kuasai Infrastruktur Minyak

Trump Ancam Serang Iran Malam Ini, Incar Kuasai Infrastruktur Minyak

Trump Ancam Serang Iran Malam Ini, Incar Kuasai Infrastruktur Minyak
Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat rapat kabinet di Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menghantam Iran dengan keras pada Kamis malam, dan menginginkan penguasaan atas pusat infrastruktur minyak Iran, Pulau Kharg, di masa mendatang.

Pernyataan ini muncul setelah kedua pihak saling melancarkan serangan udara di kawasan Teluk, mengancam gencatan senjata yang rapuh.

>>> Google Dikabarkan Ajak Samsung Produksi Chip AI Generasi Baru

alt top

Dalam unggahan di media sosial, Trump menulis bahwa Amerika Serikat akan menghantam Iran dengan sangat keras malam ini.

Ia juga menyebut akan mengambil alih Pulau Kharg dan titik infrastruktur minyak lainnya, serta menguasai pasar minyak dan gas Iran, seperti yang dilakukan AS terhadap Venezuela.

Iran mengekspor sebagian besar minyaknya melalui Pulau Kharg, dengan volume biasanya mencapai 2 juta barel per hari atau sekitar 2 persen pasokan global, yang sebagian besar mengalir ke China.

alt mid

Respons Iran dan Dampak Perang

Kepala komite keamanan nasional parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menanggapi ancaman Trump dengan mengatakan bahwa presiden AS akan menerima respons yang lebih kuat dan menyakitkan jika melakukan langkah yang tidak diperhitungkan.

Perang yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan ini menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, serta mendorong kenaikan harga minyak global sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran pada 28 Februari.

Namun, harga minyak hampir tidak berubah pada Kamis karena investor mempertimbangkan dampak aktual dari gangguan pasokan akibat perang.

Pengambilalihan Pulau Kharg diperkirakan tidak akan berdampak langsung pada pengiriman minyak karena aliran telah terhenti dalam beberapa pekan terakhir akibat blokade AS terhadap ekspor minyak Iran.

Blokade itu diterapkan setelah Iran memblokade Selat Hormuz, jalur vital bagi minyak dan gas alam cair.

alt under
M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
alt mid
📰 Update Terbaru