Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (28/7) sebagai 'sangat baik'.
Pertemuan tatap muka pertama sejak kedua negara melancarkan perang bersama melawan Iran itu berlangsung hampir satu setengah jam.
>>> 9 Tanda Cowok Sebenarnya Naksir tapi Sok Jual Mahal, Jangan Sampai Salah Paham
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pertemuan tertutup itu 'positif dan produktif'.
Trump dalam unggahan media sosial beberapa jam setelah pembicaraan menyebutnya sebagai 'pertemuan yang sangat baik' di mana 'banyak subjek penting dibahas', namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Tekanan di Dalam Negeri
Pertemuan ini terjadi di tengah tekanan yang meningkat di dalam negeri bagi kedua pemimpin. Netanyahu menghadapi pemilihan ulang dan posisinya terdesak sebagian karena hubungannya yang memburuk dengan Trump.
Sementara itu, Trump berada di bawah tekanan untuk mengakhiri perang yang tidak populer dan telah menyebabkan kekacauan ekonomi serta kenaikan harga menjelang pemilihan paruh waktu November.
Seorang pejabat Israel yang mengetahui isi pertemuan mengatakan Netanyahu menegaskan kepada Trump dan kabinetnya bahwa jika Iran menyerang Israel, mereka akan merespons.
Namun di luar itu, mereka akan mempercayai penilaian presiden mengenai langkah selanjutnya. Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim untuk membagikan rincian pertemuan pribadi.
Pujian Netanyahu Setelah Pertemuan
Meskipun ada tanda-tanda ketegangan sebelum pertemuan, Netanyahu sangat memuji setelahnya dalam unggahan di Instagram.
Ia mencatat bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh 'seluruh tim senior' Trump, termasuk Wakil Presiden JD Vance yang sebelumnya mengkritik Israel.
'Ketika saya mengatakan sangat baik, saya tidak mengatakannya secara dangkal,' kata Netanyahu dalam bahasa Ibrani.
