Harga minyak mentah dunia kembali melonjak setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran.
Ancaman itu muncul menyusul serangan rudal balistik oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) terhadap pasukan AS di Yordania.
>>> FIFA Dikecam Keras karena Rencana Jual Saham Kompetisi
Harga minyak Brent menembus level US$90 per barel pada Rabu, melonjak sekitar 7%.
Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang kembali memanas setelah sempat mereda.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan bahwa Iran akan terkena serangan setelah agresi terhadap pasukan AS di Yordania.
IRGC mengklaim telah menargetkan pangkalan udara dan pusat komando AS dengan rudal balistik, seperti dilaporkan IRIB News.
>>> Villain Utama Spider-Man: Brand New Day Bukan Mister Negative, Ini Sosok Dalang Sebenarnya
Media Iran kemudian melaporkan bahwa AS telah melancarkan serangan balasan ke sebagian wilayah Iran.
Eskalasi ini membuat harga minyak bergerak liar sepanjang Juli, dengan rentang fluktuasi hampir US$32 per barel.
Konflik di Timur Tengah, termasuk serangan kelompok Houthi yang didukung Iran di Laut Merah, terus mengancam pasokan minyak global.
>>> Spider-Man: Brand New Day Hanya Punya Satu Post Credit Scene, Ini Maknanya
Pasar bereaksi cepat terhadap setiap perkembangan baru di kawasan tersebut.
