Bursa saham Amerika Serikat mulai memulihkan sebagian kerugian pekan ini pada Kamis (12/6). Saham perusahaan kecerdasan buatan (AI) kembali menunjukkan kenaikan setelah sebelumnya mengalami fluktuasi tajam.
Indeks S&P 500 naik 0,3 persen, setelah turun dua hari berturut-turut yang membawanya kembali ke level awal Mei.
>>> Trump Ancam Serang Iran Malam Ini, Incar Kuasai Infrastruktur Minyak
Dow Jones Industrial Average naik 313 poin atau 0,6 persen pada pukul 11.45 waktu setempat. Nasdaq komposit juga naik 0,5 persen.
Saham AI menjadi motor penggerak utama.
Marvell Technology naik 2,6 persen setelah sebelumnya mengalami periode volatil: turun 16,7 persen, melonjak 9,6 persen, lalu turun lebih dari 5 persen dua hari beruntun.
Sebelumnya, saham ini sempat melonjak 32,5 persen dalam sehari saat CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebutnya sebagai "calon perusahaan triliunan dolar".
Perusahaan semikonduktor lainnya juga mencatat kenaikan signifikan. Lam Research naik 8,2 persen dan KLA naik 8,4 persen.
Kenaikan ini mengimbangi penurunan Oracle yang turun 11,6 persen, meskipun melaporkan laba kuartalan di atas ekspektasi.
Oracle berencana mengumpulkan dana 40 miliar dolar AS tahun fiskal ini melalui pinjaman dan penjualan saham, setelah tahun lalu mengumpulkan 48 miliar dolar untuk investasi AI.
Kekhawatiran investor terhadap belanja besar AI masih berlangsung. Pertanyaan utama adalah apakah investasi tersebut akan menghasilkan keuntungan dan produktivitas seperti yang dijanjikan para pendukung AI.
Harga Minyak dan Inflasi
Harga minyak bergerak terbatas di tengah konflik dengan Iran yang mempengaruhi pengiriman minyak dari Teluk Persia.
Presiden Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan besar ke Iran dan menguasai industri minyaknya.
Serangan antara AS dan Iran meningkat setelah gencatan senjata lebih dari sebulan, namun masih terbatas dibandingkan awal perang.