Saham-saham di bursa Amerika Serikat (Wall Street) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (30/7/2026).
Pelemahan dipicu keputusan Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil di tengah kekhawatiran inflasi dan kenaikan harga minyak.
>>> Siapa Jean Grey di Spider-Man: Brand New Day? Ini Sosok Mutan Kuat yang Diduga Diperankan Sadie Sink
Indeks S&P 500 merosot 1,5%, tertekan oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham perusahaan chip.
Nasdaq 100 memasuki koreksi teknis, dengan penurunan mencapai 11% dari rekor tertingginya.
Imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2007, mencerminkan ekspektasi inflasi yang masih tinggi.
Harga minyak mentah Brent melampaui US$90 per barel, menambah tekanan pada pasar.
>>> Jadwal MPL ID Season 18 Masih Dinanti, Ini Prediksi Waktu Mulai dan Daftar Roster Terbaru
Di perdagangan after-hours, Meta Platforms Inc. memberikan proyeksi pendapatan yang kurang memuaskan.
Sementara itu, unit komputasi awan Microsoft Corp. mencatat pertumbuhan tercepat dalam empat tahun.
Gubernur The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan menahan suku bunga bukanlah tanda kelambanan.
>>> Basarnas Ungkap Alasan Hentikan Pencarian Korban KM Nurul Salsa
Ia menyatakan bank sentral tetap berkomitmen untuk mengatasi tekanan harga.
