CEO Anker, Steven Yang, baru-baru ini menyatakan bahwa power bank mungkin akan punah dalam beberapa tahun ke depan.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara yang dilansir media China.
>>> Samsung Galaxy S25 Series Dapat Update Keamanan Juni 2026 dengan Fitur AI Baru
Menurut Yang, power bank tidak akan pernah menjadi kategori produk bernilai ratusan miliar yuan.
Ia membandingkannya dengan produk elektronik konsumen lama seperti MP3 player, cassette player, dan CD player.
"Produk elektronik konsumen sebenarnya adalah produk yang datang dan pergi dengan cepat," ujar Yang.
"Jika Anda pernah membeli MP3 player, kemungkinan besar Anda juga pernah membeli cassette player atau CD player.
Rentang waktu antara pertama kali membeli hingga berhenti membeli hanya sekitar 10 tahun."
Anker Berubah Haluan
Pernyataan ini mengejutkan karena Anker dikenal sebagai produsen power bank terkemuka. Perusahaan yang didirikan pada 2011 ini berkembang pesat di pasar luar negeri berkat bisnis power bank.
Namun, portofolio Anker kini telah berubah secara signifikan.
Data keuangan publik menunjukkan Anker membukukan pendapatan 30,514 miliar yuan pada 2025, naik 23,49% year-on-year.
Produk pengisian daya dan penyimpanan energi menyumbang 15,402 miliar yuan, sekitar setengah dari total pendapatan perusahaan. Namun, power bank tradisional bukan lagi motor utama bisnis Anker.
>>> ColorOS 17 Tak Akan Tiru Desain Liquid Glass Apple, Fokus pada Pengalaman Dasar
Perusahaan kini menawarkan berbagai aksesori pengisian daya, perangkat pintar, dan produk penyimpanan energi.
Pada kuartal pertama 2026, Anker melaporkan pendapatan 7,608 miliar yuan, meningkat 26,93% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Namun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham turun 4,87% year-on-year menjadi 472 juta yuan.
Pernyataan Yang muncul setelah Anker mengakui bahwa mereka terlalu agresif memperluas lini power bank.
Dalam rapat pemegang saham tahunan 2025, Anker mengaku pernah memiliki terlalu banyak model produk pengisian daya di pasaran.
Pada 2024 saja, perusahaan menjual sekitar 100 model power bank yang berbeda.
Anker mengakui bahwa banyaknya model menimbulkan tantangan kontrol kualitas.
"Seharusnya tidak pernah ada 100 model," kata Anker kepada pemegang saham, seraya menambahkan bahwa tidak ada perusahaan yang bisa menjaga kualitas 100 produk power bank yang berbeda.
>>> Lenovo Luncurkan Earbud Yoga dengan ANC 40dB dan Baterai 36 Jam
Meskipun kebutuhan akan power bank belum menyusut, Yang percaya bahwa produk ini pada akhirnya akan mengikuti nasib gadget esensial lain yang perlahan menghilang seiring perkembangan teknologi.
