Saham-saham Asia diprediksi akan dibuka dengan pelemahan pada perdagangan Selasa (28/7/2026).
Tekanan datang dari aksi jual besar-besaran di sektor produsen chip yang menyeret bursa saham Amerika Serikat turun.
>>> Bentrokan Maut di Menteng: 7 Jadi Tersangka, Polisi Buru Pelaku Lain
Kontrak berjangka mengindikasikan penurunan tajam di Jepang dan Korea Selatan, sementara Australia diperkirakan mengalami penurunan lebih moderat.
Indeks raksasa semikonduktor AS tercatat turun 2,2%, menyebabkan S&P 500 ditutup nyaris tidak berubah meskipun sebagian besar saham naik.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia terus tertekan. Minyak mentah AS turun di bawah US$82 per barel.
>>> 5 HP Terbaru 2026 dengan Kamera 0.5 Terbaik, Nomor 2 Layak Diburu
Patokan global Brent mengalami penurunan paling tajam dalam lebih dari tiga bulan pada Senin setelah Washington menghentikan sementara serangan harian terhadap Iran.
Tekanan juga meningkat bagi perusahaan dengan pengeluaran besar di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk membenarkan investasi mereka.
>>> Ebola di Kongo Lampaui 3.200 Kasus, Wabah Terbesar dalam Sejarah
Biaya perlindungan utang Nvidia Corp terhadap risiko gagal bayar melonjak di tengah serangkaian kesepakatan AI senilai lebih dari US$750 miliar.
