unique visitors counter
⌂ Beranda › News › China Sinyal Izinkan Alibaba hingga ByteDance Beli Chip Nvidia RTX PRO 5500
News

China Sinyal Izinkan Alibaba hingga ByteDance Beli Chip Nvidia RTX PRO 5500

Kartu grafis Nvidia RTX PRO 5500 untuk workstation profesional
China Sinyal Izinkan Alibaba hingga ByteDance Beli Chip Nvidia RTX PRO 5500
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah China memberikan sinyal akan mengizinkan perusahaan teknologi terkemuka seperti Alibaba, Tencent, dan ByteDance untuk membeli chip Nvidia RTX PRO 5500.

Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT) telah meminta ketiga raksasa teknologi tersebut menyerahkan rincian jumlah unit yang dibutuhkan beserta rencana penggunaannya.

Langkah ini muncul tak lama setelah pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden AS Donald Trump di Washington pada 23-25 September 2026, yang juga dihadiri CEO Nvidia Jensen Huang.

ByteDance dilaporkan tengah mempertimbangkan pembelian hingga 1 juta unit RTX PRO 5500, dengan pasokan awal 500.000 unit per kuartal direncanakan mulai dikirim pada akhir Desember 2026.

Spesifikasi dan Posisi RTX PRO 5500

Nvidia resmi meluncurkan kartu grafis RTX PRO 5500 pada 14 September 2026 untuk segmen komputer kerja profesional (workstation).

Komponen ini dibekali prosesor grafis GB202 dengan 21.760 inti pemroses (CUDA core) serta memori 84 GB GDDR7 berfitur koreksi kesalahan data (ECC), atau sekitar 2,6 kali lipat lebih besar dibanding kapasitas memori GeForce RTX 5090.

Berbeda dari chip data center yang menjadi target Pembatasan Ekspor Pemerintah Amerika Serikat sejak Oktober 2022, RTX PRO 5500 tergolong GPU workstation dengan fungsi terbatas.

Kartu grafis ini dirancang khusus untuk proses inferensi atau menjalankan model AI yang sudah jadi di server internal, serta tidak memadai untuk melatih model AI baru.

Meskipun demikian, para pengembang di China tetap diuntungkan oleh dukungan platform pemrograman CUDA pada RTX PRO 5500.

Fasilitas perangkat lunak ini memungkinkan pengalihan alur kerja dan kerangka kerja sistem AI yang ada secara praktis tanpa perubahan besar.

Latar Belakang Ketegangan H200 dan Dampaknya

Sebelumnya, ketegangan perdagangan sempat berpusat pada produk H200, di mana pemerintah AS sempat melarang ekspornya hingga Desember 2025 sebelum akhirnya diizinkan oleh Trump dengan syarat penyerahan 25 persen hasil penjualan ke kas negara AS.

Namun, pabean China menahan pengiriman tersebut pada Januari 2026 dan hanya membuka kuota impor terbatas, sehingga ByteDance dan Tencent masing-masing baru menerima sekitar 10.000 unit dari alokasi 75.000 unit hingga Agustus 2026.

Keterlambatan distribusi H200 membuat Nvidia menanggung beban kelebihan stok senilai 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,2 triliun pada paruh pertama tahun ini.

Penurunan pasokan tersebut turut memangkas pendapatan Nvidia di wilayah China dan Hong Kong pada kuartal pertama dari 9,66 miliar dollar AS (Rp 173,9 triliun) menjadi 4,55 miliar dollar AS (Rp 81,9 triliun).

Guna mengatasi kelangkaan chip impor, pemerintah Beijing mendorong pelaku industri domestik beralih menggunakan chip Ascend buatan Huawei yang diproduksi oleh SMIC.

Lembaga riset TrendForce memperkirakan pemasok lokal seperti Huawei dan Cambricon akan menguasai hingga 80 persen pasar server AI China pada 2026, sementara pangsa pasar vendor asing diproyeksikan menyusut hingga 21 persen.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru