Anker, merek powerbank terkemuka di Indonesia, menyampaikan pandangan mengejutkan tentang masa depan produk andalannya. CEO Anker, Meng Yang, memperkirakan powerbank bisa "mati" dalam beberapa tahun mendatang.
Menurutnya, powerbank tidak akan berkembang menjadi bisnis bernilai ratusan miliar yuan.
>>> Google Home Speaker Baru Hadirkan Suara Surround dengan Google TV
Ia membandingkan powerbank dengan pemutar MP3, kaset, dan CD yang memiliki masa hidup singkat sebelum tergantikan teknologi baru.
Perubahan Fokus Bisnis Anker
Anker kini mulai mengalihkan fokus dari powerbank tradisional. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan 30,514 miliar yuan, naik 23,49% dari tahun sebelumnya.
Sekitar setengah pendapatan berasal dari produk pengisian daya dan penyimpanan energi.
>>> Potensic Atom 3 Hadirkan Sensor Besar dan Video 4K60 untuk Pengguna Indonesia
Di kuartal pertama 2026, pendapatan Anker mencapai 7,608 miliar yuan, meningkat 26,93% year-on-year. Namun laba bersih turun sedikit 4,87% menjadi 472 juta yuan.
Perusahaan memperluas lini produk ke aksesori pengisian daya, perangkat pintar, dan solusi penyimpanan energi yang lebih modern.
Tantangan dan Strategi Baru
Anker mengakui sempat meluncurkan terlalu banyak model powerbank, mencapai sekitar 100 varian pada 2024. Banyaknya model justru menimbulkan tantangan dalam pengendalian kualitas.
>>> Xbox Hadirkan Game Eksklusif Baru Setiap Tahun Mulai 2026
Perusahaan kini merampingkan portofolio produk dan fokus pada inovasi yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Langkah ini diambil untuk menjaga mutu secara konsisten.