Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (29/7/2026). Indeks kehilangan 0,64% dan parkir di posisi 6.091.
Sepanjang sesi, IHSG terus tertekan dan bergerak dalam rentang 6.174 hingga level terendah 6.029. Pelemahan ini dipicu oleh amblesnya saham-saham berbobot besar.
>>> MyPertamina Xperience Hadir di GIIAS 2026, Kenalkan Energi Berkelanjutan dan Layanan Digital
Saham MPRO dan BREN menjadi pemberat utama, diperberat oleh saham UNTR. Ketiga saham tersebut mengalami tekanan jual yang signifikan.
Sentimen Global dan Dalam Negeri
Dari eksternal, kenaikan harga minyak mentah lebih dari 4% point-to-point turut membebani IHSG.
Hal ini dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Iran melancarkan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat.
>>> bank bjb Catat Aset Rp228,2 Triliun, Laba Melonjak 58,8 Persen
Menurut analis Phintraco Sekuritas, bentrokan terbaru ini semakin menjauhkan prospek perundingan damai antara Iran dan AS. Situasi geopolitik yang memanas menimbulkan kekhawatiran di pasar.
Selain itu, pelaku pasar juga bersikap wait and see menjelang hasil rapat Komite Pengambil Kebijakan (FOMC) Bank Sentral AS Federal Reserve pada 28–29 Juli.
>>> PSN Gasifikasi Batu Bara US$2,3 Miliar Ditargetkan Commissioning pada 2029
Keputusan suku bunga AS dinanti untuk menentukan arah kebijakan moneter global.
