Menjelang liburan musim panas, banyak orang mulai cemas dengan bentuk tubuh dan pola makan. Keinginan untuk mendapatkan hasil cepat sering mendorong pembatasan kalori drastis atau olahraga intens.
Namun, metode ekstrem sulit dipertahankan dan bisa menyebabkan kelelahan, makan berlebihan, atau kenaikan berat badan kembali. Pakar menyarankan untuk terlebih dahulu memeriksa kebiasaan sehari-hari.
>>> Petugas Kebersihan Ciptakan Pengki Beroda untuk Kurangi Beban Kerja
Hentikan Makan Larut Malam dan Camilan
Salah satu kesalahan diet terbesar adalah memotong porsi makan secara drastis atau melewatkan waktu makan. Banyak orang juga menghilangkan karbohidrat sepenuhnya.
Meskipun awalnya berat badan turun cepat, sebagian besar penurunan itu berasal dari kehilangan air, bukan lemak tubuh.
Saat asupan karbohidrat berkurang, tubuh menggunakan glikogen yang tersimpan, dan air yang disimpan bersamanya ikut terlepas.
Pendekatan restriktif sulit dipertahankan. Melewatkan makan dapat meningkatkan rasa lapar, sehingga makan berlebihan pada waktu makan berikutnya dan memicu keinginan ngemil.
Strategi yang lebih cerdas adalah mengurangi kebiasaan makan larut malam dan ngemil. Makanan pesan-antar larut malam, camilan kantor, keripik, dan es krim secara signifikan meningkatkan asupan kalori harian.
Menghilangkan makan larut malam sambil mempertahankan pola makan teratur umumnya lebih efektif.
Alih-alih menghindari nasi atau karbohidrat sepenuhnya, sesuaikan ukuran porsi dan sertakan sayuran serta makanan kaya protein untuk membantu menjaga rasa kenyang.
Saat suhu naik, orang cenderung mengonsumsi lebih banyak minuman dingin.
Secangkir latte manis di pagi hari, smoothie buah setelah makan siang, dan soda di malam hari dapat menambah asupan gula dengan cepat.
Mengganti kopi berperasa dengan Americano atau latte tanpa gula, serta memilih air soda atau air putih daripada soda, dapat membuat perbedaan berarti.