Petugas pemadam kebakaran Spanyol, Javier García, mengaku belum pernah menghadapi kobaran api sebesar yang kini melanda dekat Madrid selama dua dekade kariernya melindungi hutan dan komunitas pedesaan.
"Ini tidak ada presedennya," kata García kepada Associated Press melalui telepon sebelum menjalani hari panjang lainnya.
Kebakaran yang tak terkendali ini telah menghanguskan 500 kilometer persegi — area lima kali luas Barcelona — dan memaksa 25.000 orang meninggalkan desa-desa di perbukitan Ávila di sebelah barat Madrid.
Keganasan kebakaran hutan terbesar yang pernah tercatat di Spanyol ini memaksa petugas pemadam kebakaran mengubah taktik secara fundamental.
Mereka kini memprioritaskan evakuasi dan perlindungan properti karena bahaya yang ditimbulkan oleh dinding api yang bergerak cepat dan kobaran api yang terlalu kuat untuk diserang langsung.
"Perkembangannya mengkhawatirkan," ujar García. Sebelumnya, brigade pemadamnya biasa menangani kebakaran di alam liar.
Kini mereka menjadi garis pertahanan terakhir yang fokus menyelamatkan nyawa.
Belum ada korban jiwa yang dilaporkan dari kebakaran ini, sementara 79.000 orang telah mengungsi dari kebakaran di Ávila, kebakaran lain di dekat wilayah Madrid, dan satu lagi di Castellón timur.
"Itu memberi kami lebih banyak pekerjaan dan lebih banyak tekanan," kata García. "Sekarang yang utama adalah nyawa, lalu rumah, dan setelah itu, hutan."
