unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Sutradara Film Animasi Pemenang Penghargaan Meninggal Sebelum Rilis

Sutradara Film Animasi Pemenang Penghargaan Meninggal Sebelum Rilis

Sutradara Film Animasi Pemenang Penghargaan Meninggal Sebelum Rilis
Ilustrasi: Sutradara Film Animasi Pemenang Penghargaan Meninggal Sebelum Rilis
A A Ukuran Teks16px

Hur Bum-wook, sutradara film animasi terkenal "Pig That Survived Foot-And-Mouth Disease," meninggal dunia pada Selasa pagi setelah mengalami kebakaran pada 23 Juli lalu.

Ia berusia 43 tahun.

>>> Jihyo Ungkap Isi Hati soal Perpanjangan Kontrak dengan JYP

Kabar duka ini disampaikan oleh distributor film Indiestory. Pemutaran pers untuk film tersebut yang dijadwalkan pada 24 Juli dibatalkan mendadak karena kecelakaan itu.

Film yang rencananya tayang di bioskop pada 5 Agustus kini ditunda.

"Kami akan mengumumkan jadwal rilis setelah keluarga dan kru produksi memiliki waktu untuk berduka," ujar Indiestory dalam pernyataan resmi.

Karier dan Prestasi

Lahir pada 1983, Hur memulai kariernya dengan film pendek "Ordinary Meals" (2009), lalu "City of Good People" (2011), "On the White Planet" (2014), dan "Galapagos" (2019).

"On the White Planet" memenangkan Grand Prix untuk Film Fitur Terbaik di Holland Animation Film Festival, menarik perhatian internasional berkat gaya artistiknya yang kelam dan unik.

"Pig That Survived Foot-And-Mouth Disease" adalah film fitur keduanya yang memakan waktu sepuluh tahun untuk diselesaikan.

>>> 'Okay! Madam: Bon Voyage' Hadirkan Aksi dan Tawa Lebih Besar di Atas Kapal Pesiar

Film ini mengikuti seekor babi yang melarikan diri dari lubang pemakaman massal dengan keinginan menjadi manusia, dan seorang pemuda yang lelah dengan kekerasan dan ingin menjadi binatang.

Film ini mendapat pujian kritis di berbagai festival film global, diundang ke 35 acara internasional termasuk Annecy International Animation Film Festival, Sitges Film Festival, dan Asia Pacific Screen Awards.

Di dalam negeri, film ini memenangkan Film Fitur Terbaik di Seoul Independent Film Festival ke-50 dan Special Mention di Bucheon International Fantastic Film Festival ke-28.

Sebelum rilis domestik, film ini sudah tayang di 11 bioskop di Jepang pada 29 Mei dan mendapat ulasan positif karena narasinya yang gelap dan tanpa kompromi.

"Saya ingin mengajukan pertanyaan mendasar kepada penonton tentang apa artinya menjadi manusia," kata Hur tahun lalu saat filmnya dinominasikan di Asia Pacific Screen Awards.

Industri film juga menyampaikan duka mendalam.

>>> JIMFF 2025 Siap Digelar dengan Pembawa Acara Baru dan Finalis Penghargaan

"Sutradara Hur menunjukkan semangat pantang menyerah dan dorongan petualang dari animasi Korea melalui setiap karyanya," kata komite eksekutif Seoul Independent Film Festival.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot