Dua film horor Hollywood, Obsession dan Backrooms, mencatatkan pendapatan fantastis dengan biaya produksi rendah. Keduanya disutradarai oleh kreator YouTube berusia 20-an tahun.
Obsession diproduksi dengan anggaran sekitar 7,5 juta dolar AS.
>>> Dashcam 70mai A810 Lite Tawarkan Rekaman 4K dengan Harga Terjangkau
Hingga 7 Juni, film ini meraup 161,22 juta dolar AS di Amerika Utara dan total 234,5 juta dolar AS secara global.
Pencapaian ini terjadi tanpa penayangan di beberapa pasar besar, termasuk Korea.
Backrooms juga tak kalah mencengangkan.
Dengan biaya produksi 10 juta dolar AS, film ini mengumpulkan 143 juta dolar AS di Amerika Utara sejak 29 Mei.
Total pendapatan global mencapai 220,63 juta dolar AS. Di Korea, film yang tayang 27 Mei ini telah menarik 870.000 penonton per 11 Juni.
>>> Samsung Galaxy A27 5G Resmi: Layar Super AMOLED 120Hz dan Snapdragon 6 Gen 3
Fenomena Sutradara Muda Asal YouTube
Sutradara Obsession, Curry Barker, lahir tahun 1999. Sementara sutradara Backrooms, Kane Parsons, lahir tahun 2005.
Keduanya memulai karier dengan mengunggah video di YouTube.
Barker memiliki sekitar 1,2 juta pelanggan di YouTube, sedangkan Parsons memiliki sekitar 3,33 juta pelanggan. Video mereka dinilai memiliki kualitas sinematik yang khas.
Keberhasilan mereka menunjukkan pergeseran generasi di Hollywood. Popularitas di YouTube membantu pemasaran film, dan gaya mereka sesuai dengan selera Generasi Z.
Fenomena serupa diprediksi akan terjadi di Korea. Sutradara Ryoo Seung-wan, misalnya, sudah menarik perhatian pada usia 27 tahun lewat film Die Bad (2000).
>>> Lisa BLACKPINK Tampil Memukau di Pembukaan Piala Dunia 2026
Yang terpenting bukan usia, melainkan bakat dan ekosistem industri yang mendukung. Industri film Korea disarankan mulai berinvestasi dalam menemukan dan mendukung sutradara dari kalangan YouTuber.
