Harga minyak mentah melemah dalam perdagangan yang sepi pada musim panas ini. Penurunan terjadi setelah muncul tanda-tanda peningkatan arus pelayaran melalui Selat Hormuz.
Peningkatan aktivitas pelayaran di jalur strategis itu mengimbangi kekhawatiran pasar terhadap gelombang baru permusuhan dari Iran hingga Laut Hitam.
West Texas Intermediate (WTI) turun 1% dan ditutup di bawah US$84 per barel. Sementara itu, Brent berakhir di sekitar US$89 per barel.
Open interest pada kontrak acuan global cenderung menurun menjelang jatuh tempo pada Jumat. Kondisi ini mendistorsi pergerakan harga.
Para trader enggan mengambil posisi besar saat menimbang pertukaran serangan udara antara AS dan Iran pada Kamis. Mereka juga mempertimbangkan peningkatan aktivitas pelayaran baru-baru ini melalui Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global. Peningkatan arus pelayaran di sana menjadi sinyal positif bagi pasokan minyak dunia.
