Arab Saudi menggelar pembahasan dengan perwakilan militer dari 43 negara untuk membentuk aliansi multinasional. Aliansi ini bertugas melindungi navigasi maritim dari blokade yang diterapkan Houthi sejak pekan lalu.
Pihak Arab Saudi mengusulkan untuk memimpin koalisi tersebut. Koalisi akan mengatasi ancaman di Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden.
>>> Lagu for Revenge Jadi Soundtrack Spider-Man: Brand New Day, Ini Cerita di Baliknya
Sebanyak 13 negara telah menyatakan dukungan terhadap inisiatif ini. Negara-negara tersebut meliputi Kuwait, Bahrain, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, Yaman, Bangladesh, Nigeria, Sudan, Jibuti, dan Somalia.
Piagam dan Struktur Belum Rampung
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan piagam aliansi beserta struktur organisasinya masih belum rampung. Prosedur-prosedur lainnya juga masih dalam penyusunan.
>>> Lokasi Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 31 Juli 2026: Cek Jadwal dan Jam Berlaku
Pernyataan itu dirilis pada Kamis (30/7) setelah pertemuan yang juga dihadiri delegasi Uni Eropa untuk Arab Saudi.
Arab Saudi akan bertindak sebagai negara pendiri dan pemimpin aliansi sekaligus menampung markas besarnya.
>>> Harga Minyak Melemah, Arus Pelayaran Lewat Hormuz Meningkat
Para peserta menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama pertahanan multilateral. Namun, pernyataan itu tidak menyebutkan adanya komitmen militer secara spesifik.

