Film horor fiksi ilmiah Backrooms (2026) garapan Kane Parsons menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar. Film ini juga mencatat debut terbesar bagi studio A24 selaku distributor.
Diangkat dari serial web populer Backrooms (2022) karya Parsons, film ini didasarkan pada folklor internet creepypasta The Backrooms (2019).
>>> MSI Raider 16 Max HX: Pilih Mode Daya Tepat untuk Gaming Optimal
Naskahnya ditulis oleh Will Soodik.
Backrooms (2026) tayang perdana pada 7 Mei 2029 di Aero Theatre dan 29 Mei 2026 di Amerika Serikat.
Dengan bujet US$10 juta, film ini viral di media sosial berkat basis penggemar Parsons yang besar.
Respons Kritikus dan Penonton
Per Jumat (12/6), film ini meraih status Fresh di Rotten Tomatoes dengan skor Tomatometer 88 persen dari 261 ulasan kritikus.
Sementara itu, Popcornmeter dari penonton memberi nilai 74 persen berdasarkan lebih dari lima ribu ulasan.
Mayoritas kritikus memuji atmosfer mencekam dan penggambaran gedung The Backrooms. Namun, cerita yang ambigu seperti serial web Parsons menuai beragam reaksi.
Johnny Oleksinski dari New York Post menyebut film ini sebagai debut fantastis. "Film horor yang tak dapat disangkal seru dan cukup canggih," katanya.
Alison Willmore dari New York Magazine/Vulture mengakui daya tarik visualnya. "Tempat ini terasa mencekam tapi juga anehnya mengundang penasaran," ujarnya, namun menambahkan bahwa aspek lain perlu perbaikan.
Meagan Navarro dari Bloody Disgusting memuji penggambaran visual yang mengganggu. "Penggambaran visual Parsons tentang jiwa manusia sangat mengganggu dan tidak seperti karya sebelumnya," katanya.
Beatrice Loayza dari New York Times menekankan pentingnya ambiguitas dalam gaya horor ini. Namun, ia mengingatkan bahwa cerita yang terlalu detail bisa mematahkan mantra menyeramkan.
