Meta kembali memperbarui layanan WhatsApp Business dengan skema penagihan baru untuk balasan pesan pelanggan yang menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Kebijakan ini mengubah cara pelaku usaha menghitung biaya operasional layanan pelanggan.
>>> China Beri Sinyal Siap Pimpin Aksi Iklim Global
Mulai 1 Juli 2026, Meta mengubah klasifikasi pesan non-template di WhatsApp Business. Pesan non-template kini dibagi menjadi dua jenis: Service Message dan Meta Business Agent.
Perubahan ini menjadi dasar sistem tarif baru yang akan berlaku penuh pada 1 Agustus 2026.
Bisnis yang menggunakan agen AI untuk membalas percakapan pelanggan akan dikenakan biaya berdasarkan jumlah token yang digunakan.
Cara Kerja Tarif Berbasis Token
Meta menjelaskan bahwa balasan melalui Meta Business Agent tidak lagi menggunakan tarif tetap per percakapan.
Sebagai gantinya, perusahaan menerapkan sistem berbasis token, yaitu satuan untuk mengukur teks yang diproses oleh model AI.
>>> Dinamika Pasar Kripto Tekan Kinerja COIN pada Kuartal II-2026
Tarif ditetapkan sebesar US$2 per satu juta token.
Rata-rata satu balasan menggunakan 20.000 hingga 25.000 token, sehingga biaya berkisar 4 hingga 5 sen dolar AS atau sekitar Rp700 hingga Rp900 per pesan.
"Semakin sederhana pertanyaan pelanggan, semakin sedikit token yang digunakan sehingga biaya lebih rendah. Sebaliknya, percakapan kompleks membutuhkan lebih banyak token," demikian penjelasan Meta.
Bagi pelaku usaha yang mengandalkan chatbot AI, sistem ini membuat biaya operasional lebih dinamis tergantung kompleksitas percakapan.
Tarif Mulai Berlaku Agustus 2026
Meta memastikan skema biaya Meta Business Agent mulai diterapkan pada 1 Agustus 2026.
>>> Mercedes-Benz Luncurkan AMG GT 63 PRO dan GLC 200 di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp1,58 Miliar
Sementara itu, pesan dengan template message tetap mengikuti tarif standar yang berbeda di setiap negara dan kategori pesan.

