Pemain biola asal Kanada, James Ehnes, akan kembali ke Korea untuk sebuah konser spesial. Ia akan tampil bersama Dresden Philharmonic pada 16 Juni di Bucheon Arts Center.
Dalam konser tersebut, Ehnes akan membawakan Konser Biola No. 1 karya Max Bruch. Ia menyebut karya itu sebagai 'karya yang benar-benar indah dan tak pernah membosankan'.
>>> Asus Adol PO102: Speaker Portable Murah dengan Auracast, Saingi JBL Go 5
Perjalanan Musik yang Panjang
Ehnes mulai belajar biola di usia lima tahun dan debut pada usia 13 tahun. Ia pertama kali datang ke Korea pada 1997 sebagai koncertmaster Juilliard Orchestra.
Kini di usia 50 tahun, ia tetap konsisten dengan pendekatan musiknya. Ia melihat peran musisi sebagai 'pendongeng' yang harus memiliki suara sendiri.
Bagi Ehnes, mengembangkan suara pribadi adalah perjalanan menemukan cara paling jujur untuk berbagi cerita dengan penonton.
Keseimbangan dalam Musik
Selain menjadi solois, Ehnes aktif dalam musik kamar. Ia menjabat direktur artistik Seattle Chamber Music Society dan memimpin Ehnes Quartet.
Ia mengatakan bahwa bekerja dalam kuartet memberinya pemahaman lebih dalam tentang kolaborasi. Hal itu juga memperluas wawasannya tentang kepribadian musikal para komponis besar.
>>> Jadwal Bioskop Trans TV 15-21 Juni 2026: The Equalizer hingga Space Jam
Keseimbangan sangat penting baginya. Ia menikmati repertoar biola solo, resital piano, konserto, dan musik kamar secara setara.
Pujian untuk Dresden Philharmonic
Ehnes memuji Dresden Philharmonic sebagai orkestra dengan suara yang kaya, hangat, dan indah. Ia juga memuji konduktor Donald Runnicles sebagai musisi yang sangat ia kagumi dan teman dekat.
Selain konser Bruch, Dresden Philharmonic juga akan menampilkan Fantasia on a Theme by Thomas Tallis karya Ralph Vaughan Williams dan Simfoni No. 4 Brahms.
Saat ini, Ehnes sedang melakukan tur di Kanada untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Ia merenungkan bahwa kesuksesan pertunjukan adalah ketika ia mampu mengkomunikasikan apa yang ingin diungkapkan.
>>> Disciples Liberation Diskon 70% di Steam, Harga Rp190 Ribu
Ia percaya bahwa seiring waktu, hal-hal yang dianggap penting dalam musik akan berevolusi. Pemain musik adalah manusia yang terus bertumbuh, dan pemahaman mereka tentang musik pasti semakin dalam.