Semakin banyak wisatawan China menjadikan Korea sebagai destinasi akhir pekan. Otoritas pariwisata pun bergerak cepat memanfaatkan tren ini dengan kampanye pemasaran baru.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea mengatakan pihaknya memperkuat promosi terkait program visa multiple-entry yang diperluas.
>>> Seoul Music Awards ke-35 Digelar di Incheon, Siarkan ke 150 Negara
Fokusnya adalah perjalanan akhir pekan, pariwisata regional, dan pengalaman solo travel bagi pengunjung dari China dan Asia Tenggara.
Sejak 30 Maret, Korea dan Kementerian Kehakiman telah melonggarkan persyaratan visa bagi pelancong yang pernah berkunjung ke Korea.
Visa multiple-entry lima tahun diberikan kepada warga China dan Asia Tenggara yang memenuhi syarat, sementara visa 10 tahun diberikan kepada penduduk 14 kota besar di China.
Menurut data dari Pusat Aplikasi Visa Korea di China, jumlah visa multiple-entry pariwisata umum yang diterbitkan pada April naik 10 persen dibanding Maret.
Platform perjalanan online China, Ctrip, juga mencatat kenaikan 80 persen dalam aplikasi visa multiple-entry pada April dibanding Maret.
>>> Namkoong Min dan Jin A-reum Hamil Anak Pertama
Untuk mempertahankan momentum, kementerian dan Organisasi Pariwisata Korea mengadakan Pekan Pertukaran Pariwisata Korea-China di Shenzhen mulai Senin hingga Sabtu.
Acara ini mempromosikan perjalanan singkat dan sering ke Korea dengan paket wisata akhir pekan, itinerary regional mendalam, dan wisata sehari.
Bekerja sama dengan platform perjalanan China seperti Qunar, penyelenggara menawarkan diskon untuk penerbangan, akomodasi, atraksi, dan program berbasis pengalaman.
Kampanye ini juga menyasar wisatawan kaya di 14 kota besar China, mendorong kunjungan solo yang berfokus pada konser, pertemuan penggemar, musikal, dan layanan kecantikan.
>>> Korea Siapkan Peta Wisata Baru Berdasarkan Skenario Drama Korea
Kementerian mengatakan akan terus memperluas upaya pemasaran luar negeri untuk memastikan kebijakan visa yang longgar diterjemahkan menjadi permintaan pariwisata yang lebih kuat dan pertukaran yang lebih dalam dengan negara mitra.