Industri televisi Korea selama ini secara tidak sengaja menjadi agen perjalanan, mengubah sudut-sudut provinsi yang tenang menjadi tempat wisata ramai dalam semalam.
Kini, pejabat pariwisata dan eksekutif studio berusaha mengkodifikasi alkimia budaya itu menjadi mesin ekonomi yang disengaja.
>>> Merek Gaya Hidup China Makin Populer di Korea, dari Labubu hingga Chagee
Korea Tourism Organization (KTO) menandatangani perjanjian bersama dengan Studio Dragon, rumah produksi televisi terbesar di Korea, pada Rabu.
Tujuannya adalah menyalurkan fandom global secara sistematis ke dalam ekonomi regional.
Strategi Pariwisata Terintegrasi
Berdasarkan perjanjian baru, kedua organisasi berencana mengintegrasikan strategi pariwisata langsung ke dalam fase praproduksi drama mendatang.
Alih-alih memanfaatkan lokasi syuting setelah drama menjadi hit, latar belakang regional yang indah dan elemen naratif akan dipetakan dengan mempertimbangkan perjalanan sebelum satu adegan pun diambil.
Landasan inisiatif ini adalah penciptaan "Hallyu Olle Trail," jaringan rute perjalanan yang dikurasi di seluruh provinsi Korea.
Proyek ini bertujuan menghubungkan lokasi syuting di seluruh negeri menggunakan instalasi simbolis dan ruang interaktif, secara efektif memetakan rute ziarah bagi penggemar televisi modern.
>>> Dari Labubu hingga Chagee, Merek Gaya Hidup China Makin Diminati di Korea
Strategi ini mencerminkan pergeseran dari promosi pasif ke pemasaran eksperiensial.
Ruang Pameran K-Drama
Pada paruh kedua tahun ini, KTO dan Studio Dragon akan membuka "Ruang Pameran Pengalaman K-Drama" di HiKR Ground, pusat pariwisata kontemporer di pusat Seoul.
Ruang tersebut akan memanfaatkan kekayaan intelektual Studio Dragon untuk memperkenalkan wisatawan asing ke destinasi regional yang ditampilkan di layar.
Tempat ini berfungsi sebagai gerbang fisik yang mendorong wisatawan internasional keluar dari ibu kota dan masuk ke provinsi.
"Perjanjian ini menggabungkan jangkauan viral K-drama dengan pesona unik perjalanan untuk menyorot kawasan regional," kata Yang Kyung-soo, direktur eksekutif divisi pariwisata internasional KTO.
Bagi Korea, taruhannya melampaui sekadar perizinan.
>>> Panda Kembar Everland Jadi Pemandu Wisata Baru Korea
Dengan membangun sistem pemasaran terintegrasi yang mengubah waktu layar digital menjadi lalu lintas pejalan kaki lokal, para pejabat berharap manfaat ekonomi dari ekspor budaya negara itu dapat dirasakan jauh melampaui jalan-jalan gemerlap Seoul.