>>> Krisis Kapasitas TSMC Untungkan Samsung, Banyak Klien Besar Beralih
Namun, kecepatan pengisian per mAh sebenarnya setara.
Performa
Poco X8 Pro Max ditenagai chipset Dimensity 9500s (3nm) yang lebih bertenaga, sedangkan Poco X8 Pro menggunakan Dimensity 8500 (4nm).
Dalam benchmark, Pro Max unggul 35% di Geekbench 6, lebih dari 50% di 3DMark Wild Life Extreme, dan hampir 47% di AnTuTu 10.
Keduanya mendapat 4 kali upgrade OS utama dan 6 tahun patch keamanan.
Konfigurasi dasar sama-sama 256GB, namun Pro Max hanya tersedia dengan RAM 12GB, sementara Pro juga punya opsi 8GB.
Kamera
Kedua ponsel memiliki sistem kamera yang identik: kamera utama 50MP (Sony IMX882/Light Fusion 600), ultrawide 8MP, dan selfie 20MP.
Di siang hari, hasil foto utama dan ultrawide sangat mirip, dengan sedikit perbedaan warna yang lebih vibrant pada Pro Max.
Pada zoom 2x, keduanya menghasilkan detail yang baik.
Di kondisi minim cahaya, performa kamera utama setara, namun pada zoom 2x, Pro Max lebih unggul dengan detail yang lebih tajam.
Hasil ultrawide dan selfie juga hampir sama.
Kedua ponsel merekam video hingga 4K60 pada kamera utama. Pro Max memiliki fitur Pro video dengan Log recording yang tidak ada pada Pro.
Kesimpulan
Meski selisih harga cukup besar, Poco X8 Pro Max menawarkan keunggulan yang sulit diabaikan: performa jauh lebih tinggi, baterai 40-60% lebih awet, layar lebih besar, dan fitur video Pro.
>>> Honor Watch 6 Resmi: Baterai 980mAh dalam Bodip Tipis 10,8mm
Poco X8 Pro tetap menjadi pilihan menarik bagi yang menginginkan ponsel lebih ringkas, punggung kaca premium, dan pengalaman serupa dengan harga lebih terjangkau.